KONAWE – Seorang warga asal Batu gong bernama Bondan (40), terjatuh akibat sebuah jembatan berbahan kayu ambruk di Desa Lalimbue Jaya, Kecamatan Kapoiala, Kabupaten Konawe, Sulawesi Tenggara (Sultra) pada Sabtu (25/2/2023).

Bahkan, motor yang dikendarai Bondan pun ikut terperosok hingga terjun ke dalam air.

Perlu diketahui, jembatan tersebut merupakan akses satu-satunya yang paling dekat menghubungkan Desa Muara Sampara dan Desa Lalimbue.

Salah seorang warga bernama Khairun Niza (20) menjelaskan, peristiwa itu terjadi sekitar pukul 06:00 WITA.

Saat itu Bondan dari berangkat dari rumahnya di Batu Gong atau Desa Bumi Indah hendak bekerja ke Morosi.

“Kejadian pagi tadi. Dia merupakan karyawan bekerja di Pelabuhan Jetty Morosi mau berangkat kerja,” ujar Niza kepada HaloSultra.com.

Lebih lanjut, kata Niza, penyebab Bondan jatuh lantaran jembatan berbahan kayu yang sudah lapuk dan tidak kuat menahan beban. Apalagi akses jalan yang menghubungkan dua desa itu sudah tidak layak dilalui dan akhirnya ambruk.

“Jembatannya rusak parah karena hanya berbahan kayu saja dipakai di situ makanya orang-orang sering terjatuh. Korbannya bukan hanya Bondan saja, tetapi banyak warga lain,” katanya.

Beruntung, kata Niza, Bondan tidak mengalami luka parah usai terjatuh. Badannya hanya mengalami lecet, untungnya dirinya tidak sampai dirujuk ke rumah sakit.

“Selain itu motornya dan handphone juga ikut terjatuh ke dalam air. Untuk motornya belum dapat dievakuasi menunggu surut air supaya lebih mudah dicari,” katanya.

Kata Niza, jembatan tersebut memang telah dalam kondisi yang memperihatinkan selama bertahun-tahun dan tak ada tindakan dari pemerintah setempat untuk memperbaiki.

Akibat rusaknya jembatan itu warga setempat juga tidak lagi memiliki keberanian untuk melintas di jembatan tersebut.

“Bahkan warga saja itu sudah tidak berani apa lagi perempuan karena saking parahnya itu rusak,” bebernya.

Dia berharap, akibat kejadian itu, pemerintah segera memberikan solusi.

“Harapan saya dengan adanya kejadian tersebut, Pemerintah setempat lebih melek dan melalukan pergerakan pembangunan Jembatan berbahan beton atau semacamnya,” kata dia lagi.

Selain itu, mengenai pembangunan itu, pemerintah tak ada lagi alasan tidak memiliki dana, karena sejak tahun 2015 pemerintah pusat mengucurkan anggaran desa.

“Dana ini diharapkan agar dimanfaatkan oleh pemerintah desa untuk membiayai penyelenggaraan pemerintahan, pembangunan, dan pemberdayaan masyarakat desa,” pungkasnya. **