BAUBAU – Setelah melaksanakan kunjungan di Kabupaten Wakatobi dan Buton Utara, anggota Komisi X DPR RI, Tina Nur Alam (TNA) melanjutkan perjalanan ke Kota Baubau dengan menggelar reses dan silaturahmi dengan masyarakat dari tiga kecamatan di daerah berjuluk Negeri Seribu Benteng tersebut pada Jumat (11/8/2023) malam.

Adapun ratusan warga yang hadir masing-masing dari Kecamatan Lea-lea, Kokalukuna, dan Bungi.

Dalam kunjungan tersebut, TNA masih didampingi dua mantan Pj Bupati yakni Syarifuddin Safaa yang merupakan mantan Pj Bupati Wakatobi dan Nasir Andi Baso selaku mantan Pj Bupati Butur.

Salah satu tokoh masyarakat setempat, Agus Wolosi mengatakan pertemuan masyarakat dari tiga kecamatan di Kota Baubau dengan anggota DPR RI ini menjadi yang pertama kalinya.

Agus juga menyinggung soal salah satu pembangunan Gubernur Nur Alam yang paling dirasakan warga sekitar yakni dengan adanya Jembatan Biru yang menghubungkan Pulau Makassar dan Pulau Buton.

“Terima kasih kepada kepada bapak Nur Alam yang selaku suami dari ibu Tina Nur Alam yang merupakan mantan Gubernur Sultra dua periode karena gagasannya sehingga Jembatan Pulau Makassar dan Pulau Lawo-lowu bisa terwujud dan bisa kita rasakan sampai saat ini,” kata Agus.

Diketahui, sebelum adanya jembatan ini, satu-satunya akses warga yang bermukim di Pulau Makassar ke Kota Baubau adalah menggunakan perahu tradisional (katinting/jarangka) ataupun speedboat.

Pembangunan jembatan yang menelan anggaran sekitar Rp20 miliar dari APBD Provinsi Sultra itu digagas Nur Alam bersama masyarakat pada 2012, dengan strategi agar Pulau Makasar terhubung dengan daratan Baubau.

Dia juga mengatakan, peninggalan pembangunan era Nur Alam lainnya adalah beberapa jalan di Kota Baubau yang merupakan jalan provinsi telah diaspal dengan mulus.

Sementara itu, Nasir Andi Baso menambahakan pembangunan Jembatan Biru digagas bersamaan dengan jembatan Bahteramas yang sekarang bernama Jembatan Teluk Kendari.

“Perlu bapak ibu ketahui Jembatan Bahtermas itu dibangun oleh APBN berdasarkan gagasan pemerintah daerah,” kata Nasir.

Nasir menutup sambutannya dengan harapan agar ke depan jembatan penghubung antara Pulau muna dan pulau Buton bisa terwujud.

“Gagasannya dari daerah dan dibiayai oleh pusat dan ini bisa diwujudkan hanya orang yang berpengalaman,” tutupnya.

Sementara itu, TNA mengatakan jika dirinya nanti terpilih sebagai Gubernur Sultra pada Pilkada 2024, dirinya berkomitmen akan memperjuangkan pembangunan jembatan penghubung tersebut.

“Kalau saya diberikan amanah oleh masyarakat di 2024 menjadi gubernur. Insya Allah jembatan Pulau Buton dan Muna yang sudah menjadi pembahasan di Bappenas kita perjuangkan,” ujarnya.

Meskipun kata dia, rancangan pembangunan jembatan penghubung tersebut akan dihadapkan berbagai macam hambatan.

Hal yang paling utama dalam mempersiapkan pembangunan jembatan itu adalah pembebasan lahan. Kendala dalam realisasi harus ada sinkronisasi antar dua daerah yang dihubungkan.

Namun TNA optimis, jika semua stakeholder bekerja sama dan membangun sinergitas segala hambatan tersebut akan mudah dilalui.

Dalam kesempatan itu, politisi NasDem itu juga mengajak masyarakat yang hadir untuk menyekolahkan anak-anaknya dari dari tingkat SD hingga perguruan tinggi dengan memanfaatkan beasiswa aspirasi dari dirinya.

**