BUTON TENGAH – Karang Pamitran Daerah ke-II Sulawesi Tenggara (Sultra) yang berlangsung di Bumi Perkemahan Pantai Katembe, Desa Mandoka, Kecamatan Lakudo, Buton Tengah (Buteng) resmi dibuka, Sabtu (5/11/2022).

Kegiatan tersebut dibuka oleh Staf Ahli Bidang Kemasyarakatan dan Sumber Daya Manusia (SDM), Abdul Rahim mewakili Gubernur Ali Mazi selaku Ketua Mabida Gerakan Pramuka Sultra.

Hadir dalam kesempatan itu, Pj Bupati Buteng selaku Ketua Mabicab Buteng, Forkopimda Provinsi dan Kabupaten Buteng, Ketua Kwarcab Kota Baubau, perwakilan Ketua Kwarcab peserta Karang Pamitran dan Andalan Daerah dan Cabang se-Sultra.

Ketua Panitia yang juga Ketua Harian Kwarda Sultra, Jainuddin Ladansa malaporkan kegiatan yang akan berlangsung mulai 4 hingga 10 November 2022 tersebut diikuti oleh 383 peserta dari 14 Kontingen Kwarcab.

“Kegiatan ini merupakan pertemuan para Pembina Pramuka atau dikenal dengan asisten leader dan Pelatih Pembina Pramuka atau leader yang membina peserta didiknya di gugus depan masing-masing sesuai tingkatan,” ujar Jainuddin.

Kata Jainuddin, di tengah maraknya isu hoax, intoleransi dan radikalisme yang terjadi, Pramuka turut hadir sebagai solusi.

“Karang Pamitran hadir utuk mempertemukan, menyatukan persepsi para Pembina dan Pelatih Pembina dalam mengupgrade nilai pendidikan di gugus depan dalam menangkal hoax, intoleransi dan radikalisme yang bisa saja masuk ke Gerakan Pramuka,” timpalnya.

Dalam kesempatan itu pula, pria yang akrab disapa Kak Jay itu menyebut sejumlah kegiatan-kegiatan yang telah sukses dihelat Kwarda Sultra mulai dari kegiatan Siaga hingga Pandega.

“Ini menunjukkan konsistensi pembinaan generasi muda di bidang Kepramukaan dengan banyaknya kegiatan yang telah dilaksanakan. Insya Allah kita mulai Karang Pamitran semoga tdk ada aral melintang, Kwarda kembali diberi kesempatan karena masih ada satu kegiatan KBN di tahun ini yakni Kemah Bela Negara di Kolaka.

Sementara itu, Ketua Mabicab Buteng Muhammad Yusup menyampaikan apresiasi atas penunjukkan daerahnya menjadi tuan rumah.

“Meski masih ada keterbatasan, namun ini menunjukkan kami siap menyelenggarakan kegiatan daerah hingga nasional,” ucap Kepala BPBD Sultra ini.

Menurutnya, Karang Pamitran dapat dijadikan ajang silaturahmi Pembina dan Pelatih Pembina dalam penyelesaian permasalahan pembinaan di Gugus Depan.

“Dengan adanya Karang Pamitran semoga dapat mengembangkan potensi Pembina dan Pelatih Pembina, guna meningkatkan mutu penyelenggaraan program kegiatan peserta didik yang sesuai dengan aspirasi kaum muda dan perkembangan masyarakat,” timpalnya.

Ketua Mabida Gerakan Pramuka Sultra yang diwakili Staf Ahli Bidang Kemasyarakatan dan Sumber Daya Manusia (SDM), Abdul Rahim juga menyampaikan apresiasinya kepada Kwarda Sultra.

“Saya selaku Gubernur dan Mabida menyampaikan terima kasih dan apresiasi setinggi-tingginya ke Kwarda sudah berupaya maksimal, sehingga Karang Pamitran bisa terselenggara juga kepada Pemkab dan Kwarcab Buteng yang bersedia menjadi tuan rumah,” papar Abdul Rahim.

Lanjutnya, Pramuka menjadi wadah membentuk karakter kuat serta keterampilan hidup sehingga peserta didik mampu memiliki kemampuan dan jiwa kompetisi, untuk itu peran Pembina dan Pelatih Pembina amat penting.

“Pembina Pramuka dan Pelatih Pramuka ini Ikhlas Bakti Bina Bangsa Berbudi Bawa Laksana yang tujuannya semata-semata untuk melihat peserta didiknya tumbuh berkepribadian, tangguh, berkarakter serta berbudi pekerti luhur,” paparnya.

Kata Abdul Rahim, Karang Pamitran menjadi salah satu program yang sejalan dengan program pemerintah dalam peningkatan mutu sumber daya manusia.

“Saya minta Gerakan Pramuka siapkan program kerja sesuai dengan arah peningkatan sumber daya manusia, pemerintah siap memberi bantuan moril, materil dan finansial untuk pelaksanaan kegiatan sejalan Undang-Undang Gerakan Pramuka,” pungkasnya. ***