Sultra Dapat Alokasi 10 Ribu Kuota Pelatihan Vokasi Gratis dari Kemnaker

Menteri Ketenagakerjaan Yassierli saat membawakan kuliah umum di Universitas Muhammadiyah Kendari (UMK), Rabu (5/8/2026)

KENDARI – Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra) mendapatkan alokasi sebanyak 10 ribu kuota program pelatihan vokasi secara gratis sepanjang 2026 dari Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker).

Hal itu disampaikan Menteri Ketenagakerjaan Yassierli saat membawakan kuliah umum di Universitas Muhammadiyah Kendari (UMK), Rabu (5/8/2026).

“Saya juga sudah sampaikan ke Gubernur Sultra, khusus untuk Sultra kita siapkan minimal 10 ribu kuota pelatihan hingga Desember 2026,” kata Menteri Yassierli.

Yassierli mengatakan bahwa program ini diselenggarakan tanpa dipungut biaya guna meningkatkan kompetensi, produktivitas, serta etos kerja masyarakat Sultra agar siap menyerap peluang di dunia kerja maupun berwirausaha.

“Materi pelatihan akan terus kami perbarui dan nantinya disambungkan langsung dengan kebutuhan di kawasan-kawasan industri,” ujarnya.

Baca Juga:  75 Koperasi Merah Putih di Sultra Telah Beroperasi pada Juli 2026

Peserta pelatihan nantinya berhak memperoleh sejumlah fasilitas, seperti makan siang, bantuan biaya transportasi, sertifikat pelatihan BPVP, hingga Sertifikat Kompetensi dari Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP).

“Program ini diprioritaskan bagi lulusan SMA/SMK sederajat dan masyarakat umum berusia minimal 17 tahun yang telah memiliki akun terdaftar pada platform SIAPkerja,” sebut Yassierli.

Pelatihan vokasi tersebut bakal dipusatkan di Balai Pelatihan Vokasi dan Produktivitas (BPVP) Kendari yang memiliki 13 kejuruan, antara lain teknik listrik, elektronika, bisnis dan manajemen, teknologi informasi dan komunikasi (TIK), otomotif, pertambangan, pengelasan (welding), teknik bangunan, kecantikan, teknologi fesyen, pariwisata, teknologi pengolahan hasil pertanian, hingga produktivitas.

Baca Juga:  BPS: Nilai Tukar Petani dan Ekspor di Sultra Meningkat Sepanjang Juli 2026

Selain pelatihan gratis, Yassierli juga mendorong lulusan perguruan tinggi dan tenaga kerja lokal di Sultra untuk memanfaatkan Program Magang Nasional (PMN) 2026 yang menyediakan total kuota 150 ribu peserta secara nasional.

“Untuk batch pertama sudah selesai dan pelaksanaan magang dimulai pada 10 Agustus 2026. Setelah itu, akan dibuka batch kedua sebanyak 50 ribu peserta dan batch ketiga 50 ribu peserta lagi,” jelasnya.

Ia menilai pesatnya pembangunan proyek industri di wilayah Sulawesi Tenggara menjadi momentum serta peluang besar yang harus ditangkap oleh para pencari kerja lokal melalui peningkatan keterampilan yang relevan dengan perkembangan zaman.

 

 

**

error: Konten ini tidak dapat dicopy!!