KENDARI – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sulawesi Tenggara (Sultra) respon cepat untuk membantu korban terdampak banjir akibat intensitas hujan tinggi di Kota Kendari, pada Kamis (29/2/2024).

Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Sultra Asrun Lio mengatakan bahwa Pj Gubernur beserta seluruh jajaran Pemprov Sultra turut prihatin atas bencana banjir ini.

Dia menambahkan, Pj Gubernur selalu mengingatkan mengenai prediksi curah hujan tinggi yang dikeluarkan Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) dan potensi banjir. Maka perlunya langkah – langkah antisipasi yang harus disiapkan.

“Setiap saat saya selalu mengingatkan dan membagikan kembali informasi dari Pak Pj Gubernur dan BMKG mengenai prediksi cuaca di Whatsapp Group Perangkat Daerah maupun para Bupati/Walikota. Hal ini semata-mata untuk menjadi peringatan awal guna melakukan langkah – langkah antisipasi dan upaya memitigasi resiko bencana,” ungkapnya, dikutip dari sultraprov.go.id.

Olehnya itu, Sekda Sultra itu berharap dan berpesan agar perangkat daerah terkait maupun para Bupati/Walikota memiliki sense of crisis dan kepekaan sosial.

“Dari info yang ada, agar segera menyiapkan langkah-langkah kontijensi guna mengantisipasi dampak bencana,” tambahnya.

Berdasarkan instruksi langsung dari Pj. Gubernur, BPBD dan Dinas Sosial langsung turun ke lapangan untuk identifikasi dampak banjir dan menyalurkan bantuan di titik lokasi.

Ses BPBD Pemprov Sultra Andrian menyebutkan bahwa sementara ini bantuan yang disalurkan di beberapa titik yakni Kecamatan Mandonga, Lorong Merpati sebanyak 36 KK terdampak dengan membangun dapur umum, tenda pengungsi, serta paket family kit berupa sabun mandi, sikat dan pasta gigi, shampo, handuk kecil dan dewasa, paket PJK, pembalut wanita, jas hujan, jerigen lipat, dan container box.

Selain itu, perlengkapan bayi berupa minyak telon, sabun mandi bayi dan shampo, bedak bayi, sikat dan pasta gigi balita, handuk bayi, diapers, botol susu, selimut bayi, gendongan bayi, baju bayi, perlak bayi.

Selanjutnya, paket alat kebersihan berupa sapu lidi, sepatu boot hitam, kain pel, lap serbaguna, plastik sampah, sarung tangan latex, sikat lantai, ember plastik, sapur air karet, gayung, pengki plastik, sapu nylon, serta tambahan 1.224 sabun mandi.

“Untuk Kelurahan Benu-Benua berupa terpal, paket family kit dan paket perlengkapan bayi. Sementara Kelurahan Punggaloba berupa terpal,” papar Andrian.

**