BPS: Tingkat Pengangguran Terbuka di Sultra Naik 0,23 Persen per Mei 2026

Keadaan ketenagakerjaan di Provinsi Sulawesi Tenggara / Dok. BPS Sultra

KENDARI – BPS Sulawesi Tenggara (Sultra) mencatat Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) di Sultra pada Mei 2026 sebesar 3,47 persen, naik 0,22 persen poin dibandingkan dengan Februari 2026.

Paparan Kepala BPS Sultra, Hadi Susanto menyebutkan perkembangan tersebut berdasarkan hasil Survei Angkatan Kerja Nasional (Sakernas) Mei 2026 yang menggambarkan kondisi terkini ketenagakerjaan di Sultra.

Jumlah angkatan kerja di Sultra pada Mei 2026 tercatat sebanyak 1.451,85 ribu orang atau sekitar 1,45 juta orang. Jumlah tersebut turun sebanyak 5,38 ribu orang dibandingkan Februari 2026.

“Jumlah angkatan kerja berdasarkan Sakernas pada Mei 2026 sebanyak 1.451,85 ribu orang, turun 5,38 ribu orang dibandingkan Februari 2026,” kata Hadi.

Sementara itu, Tingkat Partisipasi Angkatan Kerja (TPAK) pada Mei 2026 berada di angka 69,23 persen, turun sebesar 0,57 persen poin dibandingkan Februari 2026.

Baca Juga:  Pemerintah Menaikan PNBP Pendirian PT Mulai Agustus 2026

BPS juga mencatat jumlah penduduk Sultra yang bekerja pada Mei 2026 sebanyak 1.401,48 ribu orang atau sekitar 1,40 juta orang. Angka tersebut turun sebesar 8,38 ribu orang dibandingkan Februari 2026.

Dari sisi lapangan pekerjaan, sektor Pertanian, Kehutanan, dan Perikanan masih menjadi penyerap tenaga kerja terbesar di Sultra dengan porsi mencapai 34,32 persen dari keseluruhan penduduk bekerja.

Posisi berikutnya ditempati sektor Perdagangan dengan persentase tenaga kerja sebesar 16,15 persen, kemudian Administrasi Pemerintahan sebesar 8,68 persen.

Data tersebut menunjukkan bahwa sektor pertanian dan sektor berbasis sumber daya alam masih memegang peranan penting dalam struktur ketenagakerjaan Sulawesi Tenggara.

Baca Juga:  Realisasi Investasi di Sultra Semester I 2026 Capai Rp18,5 Triliun

BPS juga mencatat status pekerjaan masyarakat pada Mei 2026, sebanyak 834,16 ribu orang atau 59,52 persen dari penduduk yang bekerja tercatat bekerja pada kegiatan informal.

Proporsi pekerja informal tersebut mengalami penurunan sebesar 2,55 persen poin dibandingkan kondisi Februari 2026. Dengan demikian, kondisi ketenagakerjaan Sulawesi Tenggara pada Mei 2026 memperlihatkan adanya penurunan jumlah angkatan kerja dan penduduk yang bekerja, sementara tingkat pengangguran terbuka mengalami kenaikan.

Di sisi lain, sektor Pertanian, Kehutanan, dan Perikanan tetap menjadi tumpuan utama penyerapan tenaga kerja, sedangkan lebih dari separuh penduduk bekerja di Sulawesi Tenggara masih menggantungkan mata pencahariannya pada kegiatan informal.

 

 

**

error: Konten ini tidak dapat dicopy!!