KOLAKA UTARA – Focus Group Discussion (FGD) bertajuk “Masa Depan dan Pengembangan Kakao Kabupaten Kolaka Utara” menjadi salah satu rangkaian perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-20 Kabupaten Kolaka Utara (Kolut).

FGD dibuka oleh Penjabat (Pj) Bupati Kolut Sukanto Toding dengan menghadirkan pemateri handal dalam bidangnya, pada Senin (8/1/2024).

Kepala Dinas Perkebunan dan Peternakan Kabupaten Kolut, Ismail Mustafa menyampaikan pentingnya keberlanjutan kakao yang harus diwujudkan bersama-sama, khususnya dari pihak pemerintah.

“Kegiatan FGD sebagai wadah bagi kami semua untuk hadir bersama, berinteraksi, dan mencari solusi terhadap masalah yang dihadapi petani,” ujarnya.

Ismail juga menjelaskan beberapa tantangan yang dihadapi petani, seperti rendahnya produktivitas yang masih di bawah 2 ton per hektar, kurangnya keterlibatan generasi muda dalam pertanian, isu lingkungan, serta permasalahan pembiayaan.

Sementara itu, Pj Bupati Kolut mengatakan, FGD ini merupakan bagian dari rangkaian perayaan HUT ke – 20 Kolut. Ia juga memberikan apresiasi kepada pihak Dinas Perkebunan dan Peternakan serta seluruh jajaran yang terlibat dalam upaya mengoptimalkan program pengembangan kawasan perkebunan berbasis koperasi petani di daerah ini.

“Dengan kegiatan ini, kami ingin menunjukkan keseriusan kami dalam mendukung pertumbuhan dan keberlanjutan kakao sebagai bagian tak terpisahkan dari warisan lokal Kolaka Utara,” katanya.

FGD ini juga menjadi arena untuk diskusi tentang pengembangan produksi dan produktivitas kakao sebagai bagian dari industri ekonomi kreatif. Selain itu, mereka mencari solusi terkait akses pembiayaan kredit bagi petani di Kolaka Utara.

Bupati juga mengajak masyarakat Kolaka Utara untuk membudayakan konsumsi coklat sebagai wujud dukungan terhadap produk lokal. “Mari kita gelorakan semangat ‘Coklatku Hidupku Masa Depanku’ sebagai bagian dari upaya memperkaya keragaman kakao di Kolaka Utara,” tandasnya.

Diharapkan, melalui FGD ini, seluruh peserta dapat memiliki pemahaman yang sama tentang masa depan kakao, tidak hanya di Kolaka Utara tetapi juga di Indonesia secara keseluruhan. Semangat untuk menjaga dan mengembangkan kakao sebagai aset ekonomi lokal menjadi hal utama dalam upaya membangun masa depan yang lebih cerah bagi komoditas andalan bumi Patowanua.

**