IKENDARI – Komika asal Kabupaten Wakatobi, Sulawesi Tenggara (Sultra) La Ode Raimuddin alias Raim Laode dilaporkan ke polisi oleh Konsorsium Organisasi Masyarakat Tolaki Mepokoaso (KOMTM) pada Rabu (05/10/2022).

Laporan itu tertuang dalam Nomor : STTP/6/IX/2022/Ditreskrimsus.

Raim dilaporkan pascaviralnya potongan video Stand Up Comedy yang dinilai telah menghina makanan khas salah satu etnis Suku Tolaki yakni Sinonggi. Sehingga KOMTM merasa keberatan dan mengadukannya ke kepolisian.

“Kami tidak melarang Raim berkomedi dengan konteks apa saja, tapi jangan mengambil tema yang bisa merendahkan kami dan menyebut Sinonggi itu lem fox,” kata kuasa hukum KOMTM, Kaisar Ismail Kalenggo kepada awak media saat ditemui usai melaporkan Raim.

“Jadi kami merasa keberatan sehingga polisikan Raim Laode,” tambahnya.

Kalenggo juga berharap agar polisi bisa secepatnya memproses laporan tersebut guna menghindari polemik dikemudian hari.

“Kami berharap agar polisi secepatnya memproses hukum yang berlaku, agar polemik ini tidak berakibat fatal sehingga dapat mengganggu ketertiban masyarakat di Kota Kendari,” tegas Kaisar.

Usai dilaporkan, Raim Laode nampak menghadiri panggilan polisi di Polda Sultra dan menemui langsung para ketua ormas yang tergabung dalam KOMTM.

Secara terbuka, Raim meminta maaf kepada pimpinan ormas atas materi Stand Up Comedi-nya yang telah menyinggung pihak tertentu.

“1 jam full terupload di Channel Youtube saya, hanya saja video itu kita hapus karena mencegah ada yang salah paham walaupun dalam konteks berkomedi atau berkarya,” kata Raim saat ditemui di Polda Sultra.

Sebelum video dihapus, Raim menduga ada beberapa oknum yang sengaja mendownload video tersebut sehingga oknum tersebut mengunggahnya ke media sosial tanpa sepengetahuannya.

“Dan dipotong durasinya dari 1 jam menjadi 40 menit, sehingga isi dari komika saya itu lebih menjurus ke dugaan isu sara dan dibesar-besarkan,” ujarnya.

Atas perbuatannya itu, Raim mengaku tidak ada niat sedikitpun untuk merendahkan satu kelompok tertentu.

“Saya tumbuh dan besar di Kendari tidak mungkin saya merendahkan saudara saya,” cetus Raim.

Direskrimsus Polda Sultra, melalui Panit Siber, IPTU Asfandi, menuturkan Raim Laode memiliki itikad baik untuk memenuhi panggilan polisi dengan datang langsung ke Polda Sultra.

“Raim terbang dari Jakarta karena niat baik mau ketemu para pimpinan ormas, urusan kepolisian nomor 2. Kita kembalikan ke hukum adat, nanti kita lihat perkembangannya,” jelas Asfandi.

Hingga berita ini terbit, Raim Laode masih menjalani pemeriksaan di ruangan Ditreskrimsus Polda. Setelah itu akan bersilaturahmi ke Lembaga Adat Tolaki Sultra. **