KENDARI – Sebanyak 75 Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) di Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra) dari 2.273 gerai koperasi itu telah mulai beroperasi pada Juli 2026.
Data Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Perbendaharaan (Kanwil DJPb) Sultra mencatat 1.055 transaksi dengan nilai Rp25,22 juta dari KDKMP itu.
Kepala Kanwil DJPb Sultra, Imam Widianto menyebutkan, transaksi di 75 KDKMP itu didominasi komoditas kebutuhan pokok dan energi bersubsidi, seperti beras SPHP, MinyaKita, gula, dan elpiji 3 kilogram.
“Lebih 99 persen volume transaksi tercatat di Kota Kendari, sementara kabupaten kota lainnya belum menunjukan perkembangan yang signifikan,” kata Iman dikutip Antara, Selasa (4/8/2026).
Lebih lanjut, Imam mengungkapkan saat ini terdapat 218 gerai yang pembangunannya telah selesai 100 persen dan 572 gerai masih dalam tahap konstruksi.
Secara keseluruhan, terdapat 790 gerai atau sekitar 34,8 persen yang telah rampung maupun sedang dibangun.
“Untuk memperkuat ketersediaan pasokan barang di gerai, sebanyak 303 KDKMP telah mengajukan permohonan kemitraan kepada sejumlah badan usaha strategis, seperti Pertamina, Bulog, dan ID FOOD,” kata Imam.
Saat ini, sebagian besar KDKMP di Sultra masih berfokus pada penyelesaian kelengkapan administrasi usaha, persiapan gerai, pemantapan model bisnis, peningkatan kapasitas sumber daya manusia (SDM), serta integrasi ke dalam rantai pasok dan pasar.
**






