KENDARI – Mahasiswa Program Studi Pendidikan Profesi Apoteker (PSPPA) Fakultas Farmasi Universitas Halu Oleo (UHO) bersama Puskesmas Poasia memberikan edukasi kepada siswi SMPN 5 Kendari terkait bahaya Anemia,

Selain itu, para siswi juga mendapat sosialisasi penggunaan tablet tambah darah (TTD).

“Kegiatan ini juga dimaksudkan untuk mendukung peningkatan kesehatan (promotif) dan pencegahan Anemia (preventif) terhadap remaja putri,” terang pihak mahasiswa PPA Fakultas Farmasi UHO dalam keterangan tertulisnya yang diterima Jumat (27/5/2023).

Pencegahan Anemia terhadap remaja putri dapat dilakukan dengan menggunakan atau mengonsumsi tablet tambah darah.

“Kegiatan ini merupakan bentuk kontribusi apoteker kepada masyarakat mengingat angka kejadian anemia di kalangan remaja putri di Provinsi Sulawesi Tenggara masih tinggi termasuk Kota Kendari,” terang pihak mahasiswa PPA Fakultas Farmasi UHO.

Sosialisasi ini juga sejalan dengan kebijakan pemerintah dalam melakukan pemeriksaan anemia salah satunya di tingkat siswa sekolah menengah pertama.

Berdasarkan penelitian Triwinarni tahun 2017 dan Suandika tahun 2023, kerentanan remaja putri untuk mengalami anemia terjadi karena peningkatan kebutuhan zat besi, kurangnya asupan nutrisi seimbang dan pendarahan menstruasi berlebih.

Hal itu kemudian memicu beberapa gejala anemia yang dapat dirasakan seperti mudah lelah, lemas, lesu, muka pucat, kuku mudah pucat, kurang selera makan, nafas pendek, hingga menurunkan ketahanan serta kinerja fisik.

“Itu berdampak menurunkan kapasitas kerja, juga dapat mempengaruhi fungsi kognitif seperti konsentrasi belajar rendah dan memperlambat daya tangkap pada usia anak sekolah, remaja putri dan kelompok usia lainnya,” terang pihak PPA Fakultas Farmasi UHO.

Akibat dari anemia ini, jika tak diberi intervensi dalam waktu lama akan menyebabkan beberapa penyakit seperti gagal jantung kongestif, penyakit infeksi kuman, thalasemia, gangguan sistem imun, dan meningitis. Sehingga kebutuhan akan zat besi melalu tablet tambah darah sangat penting.

Tablet tambah darah sendiri merupakan suplemen yang mengandung zat besi. Zat besi merupakan mineral yang dibutuhkan sel darah merah (hemoglobin). Selain itu, mineral ini juga berperan sebagai komponen untuk membentuk mioglobin, kolagen serta enzim. Zat besi juga berfungsi dalam sistem pertahanan tubuh.

Tujuan pemberian tablet tambah darah untuk memperbaiki status zat besi yang masih belum tercukupi dari makanan sehari-hari. Manfaatnya dapat membantu proses pembentukan sel darah merah sehingga dapat mencegah terjadinya anemia.

Pemberian TTD kepada remaja putri yaitu 1 tablet/minggu dan 1 tablet/hari ketika menstruasi. Mengonsumsi tablet tambah darah pada malam hari sebelum tidur dengan menggunakan air putih. TTD baik dikonsumsi bersamaan dengan vitamin C, tetapi buruk dengan teh dan kopi.

Diharapkan setelah melakukan sosialisasi dan edukasj ini para remaja putri dapat mengetahui bahaya anemia dan pentingnya menggunakan tablet tambah darah dengan baik dan benar.

Selain itu, mengkonsumsi sumber makanan yang banyak mengandung zat besi, seperti kacang-kacangan dan sayuran berwarna hijau tua misalnya seperti daging, ikan, kerang, telur, bayam dan lain-lain juga sangat dibutuhkan tubuh.

“Kami berharap siswi SMPN 5 Kendari dapat meningkatan kesadaran dan pengetahuannya tentang bahaya anemia. Hal yang harus dilakukan ketika mengalami gejala anemia serta pengobatannya,” tandas pihak mahasiswa PPA Fakultas Farmasi UHO.

Dalam melakukan sosialisasi, mahasiswa di bawah dosen pembimbing Dr. Asriullah Jabbar, S.H., S.Si., M.PH., Apt, Nur Illyyin Akib, S.Si., M.Si., Apt, Parawansah, S.Farm., M.Kes. terjun langsung ke SMPN 5 Kendari pada Kamis, 25 Mei 2023.

**