KONAWE SELATAN – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Konawe Selatan (Konsel) mendukung program GenRe (Generasi Berencana) yang tangguh, berkualitas, beriman, dan bertakwa sebagai generasi penerus dan pemimpin di masa depan.

Hal tersebut diungkapkan Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Konawe Selatan (Konsel), St Chadidjah saat membuka pemilihan Duta GenRe tingkat Kabupaten Konsel, belum lama ini.

“Kegiatan pemilihan duta GenRe ini menjadi motivasi dan tantangan bagi kita untuk menjadikan remaja-remaja di Kabupaten Konawe Selatan menjadi remaja yang kreatif,” ungkap Jenderal ASN Konsel tersebut.

Menurut Sekda Konsel, ketika para remaja diberi ruang kreatifitas, maka mereka tidak akan sempat memikirkan hal-hal negatif.

Seperti seks bebas, narkoba, mabuk- mabukan, tawuran dan lainnya. Tidak akan sempat terlintas di pikiran mereka melakukan hal-hal tersebut, ketika mereka diberikan ruang untuk berkreasi.

“Sukseskan program Generasi Berencana (GenRe), generasi penerus harapan bangsa,” imbuhnya.

Perlu diketahui program GenRe, adalah program yang dikembangkan dalam rangka penyiapan kehidupan berkeluarga bagi remaja.

Melalui pemahaman tentang pendewasaan usia perkawinan sehingga mereka mampu melangsungkan jenjang pendidikan secara terencana, berkarir dalam pekerjaan secara terencana serta menikah dengan penuh perencanaan sesuai siklus kesehatan reproduksi.

“Saya pribadi menilai program duta GenRe ini sangat bermanfaat bagi perkembangan para remaja. Diharapkan agar yang terpilih menjadi Duta GenRe dapat membawa manfaat bagi para remaja di Konawe Selatan, tidak hanya sekedar menjadi Duta saja, tetapi mempunyai nilai penting sebagai wujud tanggung jawab untuk menciptakan remaja yang kreatif, inovatif, dan berakhlakul karimah sehingga jauh dari nilai-nilai negatif,” ungkapnya.

St Chadidjah berpesan, agar para remaja khususnya yang masih berstatus pelajar harus tetap bersemangant belajar, berkarya dan berprestasi. Sehingga mampu bersaing untuk meraih sukses.

Jauhi segala tindakan atau perilaku yang bisa mengakibatkan rusaknya mental kita harus mampu menyikapi keadaan masa kini, apalagi pengaruh teknologi, internet dan media elektronik juga bisa menjerumuskan kita.

“Di era keterbukaan informasi dan majunya teknologi media informasi ini, manfaatkan internet untuk belajar dan menggali ilmu pengetahuan yang mencerdaskan dan dapat membantu pelajaran di sekolah,” tuturnya.

Sementara itu, Plt Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DPPKB) Konsel, Asdiana mengatakan giat itu juga bertujuan meningkatkan kualitas pelaksanaan pemberian akses informasi, pendidikan, dan konseling.

“Utamanya tentang kesehatan reproduksi dan seksual, gizi serta perencanaan kehidupan berkeluarga bagi remaja oleh pendidik sebaya dan konselor sebaya di PIK Remaja,” kata ia saat membawakan laporan panitia.

Kemudian, meningkatkan kuantitas, cakupan atau akses remaja terhadap hal-hal tersebut. Meningkatkan partisipasi remaja secara nyata dan bermakna sebagai sumber informasi pendidikan, dan konseling tentang kesehatan reproduksi dan seksual, gizi serta perencanaan kehidupan berkeluarga bagi teman sebaya di wilayahnya.

“Melalui program ini juga mengembangkan dan membangun kreatifitas, keterampilan dan menumbuhkan semangat baru, serta meningkatkan komitmen dan partisipasi remaja terhadap program GenRe sebagai wujud dari revolusi mental,” terangnya.

Penting diketahui, peserta kegiatan adalah remaja laki-laki dan perempuan yang berusia antara 15 sampai dengan 20 tahun dan merupakan duta GenRe terpilih dari tingkat Kecamatan yang berjumlah 50 orang.

**