KENDARI – Situs web milik Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sulawesi Tenggara (Sultra) dengan alamat sultraprov.go.id diretas oleh orang yang tidak bertanggung jawab.

Saat ini, situs web tersebut ketika pengunjung akan mengaksesnya, maka akan mendapati tulisan ‘Hacked by Black_X12 ft 1K4IL_* J& Yangami_X12’.

Tidak hanya itu, terdapat juga tulisan yang menyinggung soal beberapa kasus yang saat ini terjadi di Indonesia.

Diantaranya terkait kasus Ferdy Sambo, KM50, 23 koruptor yang bebas secara gampang, dan ditambah lagi dengan kenaikan BBM yang merugikan rakyat kecil.

“Dulu ibu Puan Maharani Menangis Karena Kenaikan Harga BMM, Sekarang dia Bahagia di dalam Ruangan tanpa melihat Mahasiswa yang kepanasan di luar untuk menyerukan Aksi Demo #TOLAK_HARGA_BBM. memang tidak ada yang bisa di percaya lagi dari pemerintah dan aparat negara,” tulis sang peretas.

Diakhir tulisannya, sang peretas menambahkan hastag #RipKeadilan.

Terkait hal tersebut, Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Sultra, Ridwan Badallah mengatakan peretasan yang dilakukan tersebut diperkirakan sejak Jumat (23/09/2022) lalu.

“Situs kami juga terhack oleh hacker yang berinisial Bjorka. Kemarin dia sudah serang situsnya pemerintah pusat. Memang Bjorka ini salah satu hacker yang memiliki kepedulian terhadap permasalahan di Indonesia, makanya mereka melakukan hack dan kami juga terkena. Kayaknya ini kemarin ini kejadiannya waktu mati lampu,” kata Ridwan Badalah, saat dikonfirmasi via telepon oleh media ini, Minggu (25/09/2022) malam.

Menurutnya, peretas tersebut menyerang situs web milik Pemprov Sultra itu saat firewall atau situs keamanan milik Pemprov dalam kondisi mati.

“Karena kami belum punya mesinnya, jadi kalau mati lampu maka mati semua ini, sehingga dari situ dia bisa akses,” tambahnya.

“Doakan semoga datanya tidak apa-apa, tidak diporak-porndakan, semoga aman. Saat ini sedang kami coba pulihkan dan dibantu oleh Tim Security Incident Response Team (CSIRT), jadi seluruh Indonesia yang bantu kami ditambah dengan Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN),” pungkasnya. **