KENDARI – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sulawesi Tenggara (Sultra) membeberkan strategi dalam mendorong dan menjaga geliat investasi di Bumi Anoa.

Hal tersebut seperti disampaikan Penjabat (Pj) Gubernur Sultra, Andap Budhi Revianto saat menjadi narasumber dalam Sultra Economic Outlook 2024, pada Selasa (5/12/2023) kemarin.

“Ada empat kebijakan dan program Pemprov Sultra dalam mendorong dan menjaga geliat investasi,” ujar Andap.

Keempat kebijakan dan program tersebut kata Andap, menjadi strategi Pemprov Sultra dalam mendorong dan menjaga geliat investasi di Sultra.

Diantaranya adalah mendorong investasi hilirisasi nikel dan aspal dengan mengaktifkan promosi potensi investasi hirilisasi produk nikel dan aspal.

Selanjutnya, membangun kerjasama dengan sektor privat dalam mendatangkan investor, dan menyusun skema investasi yang menarik bagi calon investor, baik dalam maupun luar negeri.

Lalu, kebijakan dan program Pemrov Sultra selanjutnya yakni menyederhanakan prosedur dan tata kelola layanan perizinan bagi investor di Sultra.

Penyederhanaan tersebut yakni terkait regulasi layanan perizinan bagi investor, proses bisnis layanan perizinan.

Kemudian, menerapkan layanan perizinan investasi satu pintu atau terintegrasi berbasis digital, dan meningkatkan profesionalisme pemberi layanan melalui peningkatan kompetensi dan sertifikasi.

Kebijakan dan program yang terakhir, yakni menciptakan ekosistem usaha yang menarik minat investor, dengan cara meningkatkan kapasitas dan kapabilitas industri yang berpotensi menarik minat investor.

“Kemudian menyusun regulasi yang mampu menciptakan iklim persaingan industri yang sehat, dan menerapkan konsep industri 4.0 pada industri strategis di Sultra,” tutup Pj Gubernur Sultra. (**)