HUT ke-81 RI
Ragam  

Lansia Alibaba Berjuang Menghidupi Keluarga dari Kardus dan Botol Plastik Bekas

Alibaba (55) tengah memilah barang bekas yang telah dia kumpulkan untuk dijual lagi demi memenuhi kebutuhan keluarganya / Siti Marselina - Olivia, HaloSultra.com

KENDARI – Di tengah padatnya aktivitas jual beli di Pasar Andonohu, seorang pria lansia berusia 55 tahun terlihat duduk di atas trotoar sembari mengumpulkan kardus bekas dan botol plastik.

Namanya Alibaba, seorang pemulung yang masih setia bekerja mengumpulkan barang-barang bekas bernilai jual.

Alibaba mencari barang rongsokan seorang diri, menyusuri kawasan pasar hingga depan toko-toko untuk mendapatkan botol plastik, kardus, botol kaca, dan kaleng yang masih bisa dijual kembali.

Pekerjaan sebagai pemulung telah dijalaninya sejak beberapa tahun terakhir. Alibaba mengatakan, ia memilih pekerjaan tersebut karena tidak ada lagi pekerjaan lain yang bisa dilakukan untuk mendapatkan penghasilan.

Baca Juga:  Capaian PNBP Imigrasi Kendari Tembus Rp 16 Miliar Hingga Agustus 2026

“Cuman ini ji yang bisa kita kerja supaya bisa dapat uang,” kata Alibaba kepada HaloSultra.com, Rabu (2/9/2026).

Barang-barang yang dikumpulkan kemudian dipilah berdasarkan jenisnya agar lebih mudah dijual kepada pengepul.

Penghasilannya tidak menentu, dengan harga barang rongsokan yang menurutnya bisa mencapai sekitar Rp5.000 per kilogram, tergantung jenis barang.

Penghasilan tersebut digunakan Alibaba untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari sekaligus menghidupi istri dan anaknya.

Meski hasil yang diperoleh tidak selalu banyak, ia tetap menjalani pekerjaan tersebut demi keluarganya.

Di usia 55 tahun, Alibaba tetap harus bekerja setiap hari. Ia memilih bermalam di tempat pemulungan untuk menjaga barang-barang yang telah susah payah dikumpulkannya, setelah sebelumnya pernah kehilangan hasil rongsokan yang seharusnya bisa dijual.

Baca Juga:  75 Koperasi Merah Putih di Sultra Telah Beroperasi pada Juli 2026

Alibaba merupakan warga asal Konawe Selatan (Konsel) yang kini merantau ke Kota Kendari demi bertahan hidup dari pekerjaan sebagai pemulung.

Kisah Alibaba menjadi gambaran perjuangan seorang kepala keluarga yang menggantungkan hidup dari barang-barang yang bagi sebagian orang dianggap tidak bernilai. Di balik botol, kardus, dan kaleng bekas yang dikumpulkannya, terdapat perjuangan untuk tetap bertahan hidup dan menghidupi keluarga tercinta.

 

 

***

error: Konten ini tidak dapat dicopy!!