JAKARTA – Aliansi Masyarakat Indonesia Menggugat (AMIN) melakukan aksi demonstrasi terkait dugaan gratifikasi Rektor Universitas Halu Oleo (UHO) Kendari di Komisi Pemberantas Korupsi (KPK) dan Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbud Ristek), Kamis (17/11/2022).

Sebelumnya, AMIN telah beberapa kali menyarakan perihal dugaan gratifikasi mahasiswa baru itu namun belum juga ada respons.

Direktur Utama AMIN, Muh Andriansyah Husen mengatakan pihaknya tak akan berhenti untuk melakukan aksi demonstrasi sebelum ada pengusutan hingga proses hukum terhadap Rektor UHO.

“Ingat saya tidak akan berhenti untuk mempresure kasus dugaan gratifikasi yang diduga dilakukan Rektor UHO sebelum dilakukan pemeriksaan dan ditetapkan tersangka,” tuturnya.

Ardiansyah pun membeberkan dalam menguak dugaan kasus gratifikasi Rektor UHO, pihaknya telah memegang bukti data yang valid.

“Kami akan menguak semua yang terlibat dalam dugaan kasus gratifikasi ini. Ada beberapa nama yang masuk untuk melakukan titipan oleh rektor UHO,” jelasnya.

“Aksi ini adalah aksi pertama untuk kasus ini. Dalam waktu dekat ini saya sudah mulai untuk melakukan konsolidasi untuk aksi kedua dan seterusnya,” tuturnya.

Pihaknya meminta kepada KPK dan Kemendikbud agar segera mengusut kasus yang menyeret Rektor UHO tersebut.

“Kami tekankan kepada KPK RI dan Kemendikbud agar segera menindak tegas kasus dugaan gratifikasi yang dilakukan Rektor UHO,” tegasnya. **