KENDARI – Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat perekonomian Sulawesi Tenggara (Sultra) pada Triwulan II 2026 bertumbuh sebesar 6,19 persen dibanding Triwulan II 2025 (y-on-y).
Kepala BPS Sultra, Hadi Susanto, mengatakan capaian ini disebabkan seluruh lapangan usaha mengalami pertumbuhan positif selama periode setahun terakhir.
Pertumbuhan terjadi pada lapangan usaha penyediaan akomodasi dan makan minum sebesar 17,22 persen; administrasi pemerintahan, pertahanan dan jaminan sosial wajib sebesar 15,85 persen; industri pengolahan sebesar 14,78 persen; dan pengadaan listrik, gas sebesar 10,91 persen.
Sementara itu, lapangan usaha pertanian, kehutanan, dan perikanan memiliki peran dominan mengalami peningkatan pertumbuhan sebesar 0,98 persen.
“Dari sisi produksi, pertumbuhan tertinggi dicapai oleh lapangan usaha penyediaan akomodasi dan makan minum sebesar 17,22 persen,” kata Hadi di Kendari, Rabu (5/8/2026).
“Dari sisi pengeluaran, pertumbuhan tertinggi dicapai oleh komponen pembentukan modal tetap bruto sebesar 13,92 persen,” sambungnya.
Hadi menambahkan, berdasarkan perbandingan triwulan II 2026 terhadap triwulan I 2026 (q-to-q), ekonomi Sultra tumbuh sebesar 3,13 persen.
Selama periode tersebut, lapangan usaha administrasi pemerintahan, pertahanan dan jaminan sosial wajib mengalami pertumbuhan tertinggi sebesar 12,29 persen dari sisi produksi.
“Sementara dari sisi pengeluaran, komponen pengeluaran konsumsi pemerintah mengalami pertumbuhan tertinggi sebesar 15,70 persen,” sambungnya.
**






