Ekobis  

Jumlah IKM di Sultra Meningkat Capai 17.308 Unit hingga Akhir 2025

Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Sulawesi Tenggara, Sukanto Toding / Dok. HS

KENDARI – Industri Kecil dan Menengah (IKM) menjadi salah satu sektor yang terus berkembang di Sulawesi Tenggara (Sultra). Tidak hanya dari sisi jumlah unit usaha, pertumbuhan sektor tersebut juga diikuti peningkatan penyerapan tenaga kerja.

Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Sulawesi Tenggara (Sultra) mencatat jumlah Industri Kecil dan Menengah (IKM) di daerah ini mencapai 17.308 unit usaha hingga akhir 2025.

Angka tersebut meningkat 6,99 persen dibandingkan 2024 yang tercatat sebanyak 16.177 unit.

Kepala Disperindag Sultra, Sukanto Toding mengatakan, pertumbuhan IKM dalam beberapa tahun terakhir menunjukkan sektor industri kecil dan menengah masih memiliki peran penting dalam menggerakkan aktivitas ekonomi masyarakat.

“Selama lima tahun terakhir perkembangan jumlah IKM di Sulawesi Tenggara terus mengalami peningkatan setiap tahunnya. Pada 2025 jumlah IKM mencapai 17.308 unit usaha,” ujar Sukanto saat ditemui di ruangannya beberapa waktu lalu.

Berdasarkan data Disperindag Sultra, terdapat penambahan 1.132 unit usaha IKM sepanjang 2025. Pertumbuhan tersebut menunjukkan semakin banyak masyarakat yang menjalankan kegiatan usaha di sektor industri pengolahan.

Pertumbuhan jumlah unit usaha tersebut juga berbanding lurus dengan kemampuan IKM dalam menyediakan lapangan pekerjaan.

Baca Juga:  Realisasi Investasi di Sultra Semester I 2026 Capai Rp18,5 Triliun

Pada 2025, sektor ini tercatat menyerap 55.920 tenaga kerja atau bertambah 2.284 pekerja dibandingkan tahun sebelumnya yang mencapai 53.636 orang.

Jika ditarik dalam rentang lima tahun, perkembangan IKM Sultra menunjukkan tren yang relatif konsisten. Pada 2021, jumlah IKM tercatat sebanyak 14.405 unit dengan tenaga kerja yang terserap mencapai 47.466 orang.

Jumlah tersebut kemudian meningkat menjadi 14.911 unit pada 2022. Setahun berikutnya, jumlah IKM kembali bertambah menjadi 15.364 unit. Pada 2024 tercatat 16.177 unit dan selanjutnya mencapai 17.308 unit pada 2025.

Kenaikan tersebut memperlihatkan bahwa IKM tidak hanya menjadi wadah bagi masyarakat untuk membangun usaha, tetapi juga berperan dalam memperluas kesempatan kerja. Terlebih, karakteristik industri kecil dan menengah umumnya memiliki keterkaitan erat dengan potensi bahan baku dan aktivitas ekonomi di daerah.

Sukanto mengatakan, perkembangan yang berlangsung secara konsisten tersebut menjadi modal bagi Sultra untuk memperkuat struktur industri daerah. Karena itu, pemerintah daerah akan terus mendorong peningkatan kapasitas dan daya saing pelaku IKM.

Upaya tersebut diarahkan melalui pembinaan, peningkatan kualitas sumber daya manusia, pemanfaatan teknologi, penguatan mutu produk, serta perluasan akses pasar. Langkah tersebut penting agar pelaku IKM tidak hanya bertambah secara jumlah, tetapi juga mampu meningkatkan skala usaha dan memperluas jangkauan pemasaran.

Baca Juga:  75 Koperasi Merah Putih di Sultra Telah Beroperasi pada Juli 2026

Penguatan IKM juga menjadi bagian penting dalam mendorong pertumbuhan ekonomi berbasis masyarakat. Dengan semakin banyak usaha yang tumbuh dan tenaga kerja yang terserap, aktivitas industri di tingkat daerah diharapkan dapat memberikan efek lanjutan terhadap perdagangan, distribusi barang, serta pendapatan masyarakat.

Disperindag Sultra berharap tren pertumbuhan tersebut dapat dipertahankan dalam beberapa tahun mendatang. Pelaku IKM diharapkan tidak berhenti pada tahap bertahan, tetapi mampu berkembang dan naik kelas sehingga kontribusinya terhadap perekonomian Sultra semakin besar.

Peningkatan daya saing menjadi salah satu kunci agar IKM mampu menghadapi persaingan pasar yang semakin terbuka. Selain kualitas dan kapasitas produksi, kemampuan memanfaatkan teknologi serta memperluas akses pemasaran menjadi faktor yang semakin penting bagi keberlanjutan usaha.

Dengan jumlah yang terus bertambah dan penyerapan tenaga kerja yang semakin besar, IKM kini menjadi salah satu sektor yang memiliki posisi strategis dalam membuka kesempatan ekonomi sekaligus mendukung peningkatan kesejahteraan masyarakat Sultra.

 

 

**

error: Konten ini tidak dapat dicopy!!