KOLAKA – Pembangkit Listrik Tenaga Gas (PLTG) Kolaka berkapasitas 25 MW resmi memasuki tahap Commercial Operation Date (COD) pada Sabtu (31/1/2026) di Kolaka, Sulawesi Tenggara (Sultra).

Peresmian ini menjadi tonggak penting dalam penguatan sistem kelistrikan sekaligus mendukung percepatan pembangunan ekonomi daerah.

General Manager PLN Wilayah Sulawesi Selatan, Tenggara, dan Barat (Sulselrabar), Ediyansyah, menyampaikan proyek PLTG Kolaka memberikan dampak sosial yang signifikan bagi masyarakat sekitar.

Ediyansyah juga menegaskan selama proses pembangunan, proyek ini berhasil mencapai zero accident, mencerminkan komitmen tinggi terhadap keselamatan kerja.

“Kami menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada Pemerintah Provinsi Sulawesi Tenggara, Pemerintah Kabupaten Kolaka, seluruh mitra kerja, kontraktor, dan seluruh pegawai PLN yang telah berkontribusi dalam penyelesaian proyek ini. Ini adalah hasil kerja sama untuk menghadirkan listrik yang andal bagi masyarakat,” ujar Ediyansyah.

Baca Juga:  Wagub Sidak di Diskominfo Sultra: Hanya 42 Persen ASN Ikut Apel Pagi

Sementara itu, Bupati Kolaka, Amri, menyampaikan harapannya agar kehadiran PLN melalui PLTG Kolaka dapat memberikan dampak nyata terhadap penyerapan tenaga kerja di daerah.

“Kami mengapresiasi pencapaian peresmian PLTG ini. Semoga ke depan PLN dapat terus berkolaborasi, bekerja sama, dan bersinergi dengan program-program Pemerintah Daerah,” ungkapnya.

Wakil Gubernur Sultra, Hugua yang juga hadir langsung menyambut baik peresmian PLTG Kolaka. Dirinya menilai kehadiran pembangkit ini akan menjadi faktor penting dalam mendorong hilirisasi ekonomi di Bumi Anoa.

“Kami mengapresiasi kehadiran PLTG ini karena akan memperkuat fondasi energi untuk mendukung hilirisasi industri di daerah,” ujar Hugua.

Baca Juga:  Jumlah Anak Autis di Sulawesi Tenggara Meningkat, Apa Sebabnya?

Lanjutnya, pihaknya saat ini mendorong hilirisasi industri di berbagai sektor. Di antaranya adalah pengembangan agroindustri berbasis pertanian, peternakan, perkebunan, dan perikanan seperti pengolahan kelapa, ikan, serta komoditas lokal lainnya agar memiliki nilai tambah ekonomi.

Selain itu, hilirisasi industri nikel menjadi produk setengah jadi dan turunan seperti ferronickel, bahan baku baterai kendaraan listrik, serta produk logam lainnya juga menjadi prioritas.

Seluruh upaya hilirisasi tersebut memerlukan pasokan listrik yang besar dan andal.

“Karena itu, dukungan PLN melalui pengoperasian PLTG Kolaka menjadi bagian penting dalam memastikan ketersediaan energi untuk mendukung pertumbuhan industri dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat Kolaka dan Sulawesi Tenggara secara keseluruhan,” pungkasnya.

 

**