WAKATOBI – Polemik terkait adanya dugaan pelanggaran pelanggaran Pemilu 2024 berupa penggelembungan suara yang dilakukan oleh Anggota Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK) Kecamatan Wangi-wangi Selatan (Wangsel), Kabupaten Wakatobi berujung saling lapor.

Sebelumnya, tiga anggota PPK Wangsel dilaporkan oleh calon anggota legislatig (caleg) Partai Keadilan Sejahtera (PKS) H. Ariadin La Tata ke Bawaslu Wakatobi terkait dugaan penggelembungan suara ini.

Bahkan pihak Sentra Penegakan Hukum Terpadu (GAKKUMDU) Wakatobi memutuskan peningkatan status kasus tersebut setelah mendalami bukti dan keterangan dari berbagai pihak.

Namun di pihak lain, anggota PPK Wangsel Sumardin juga melaporkan kasus dugaan pengaancaman pembunuhan terhadap dirinya saat pleno tingkat kabupaten yang dilaksanakan oleh KPU Wakatobi beberapa waktu lalu.

Dugaan pengancaman tersebut dilakukan oleh oknum anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Wakatobi terpilih dari PKS.

“Hari ini saya melaporkan oknum caleg terpilih dari partai PKS Wakatobi HA atas dugaan pengancaman terhadap diri saya sebagai Anggota Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK) Wangi-wangi Selatan,” ucapnya, Jumat (5/4/2024).

Saat dikonfirmasi, Kasat Reskrim Polres Wakatobi, Muhammad Ady Kesuma membenarkan adanya laporan dugaan pengancaman tersebut.

“Iya ada laporan dari anggota Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK) Wangi-wangi Selatan,dan akan diambil dl keterangan dari pelapor,” katanya.

**