BUTON TENGAH – Salah seorang putra Buton Tengah (Buteng), Dr Ishak Bagea, akhirnya angkat bicara terkait polemik nonjobnya beberapa Aparatur Sipil Negara (ASN) yang dilakukan oleh Bupati Buteng, Samahuddin.

Serta munculnya video kampanye yang berdurasi 0,14 detik dihadapan ratusan ASN yang baru menerima SK Seratus Persen agar mereka mendukung Bupati Samahuddin pada periode ke dua yang akan digelar 2024 mendatang.

Ishak Bagea menilai, nonjobnya beberapa ASN lingkup Pemda Buteng belum lama ini ditengarai oleh sikap Bupati Buteng yang tidak senang dengan sikap bawahanya membahas politik bertentangan dengan orang nomor satu di Buteng. Tetapi Bagi Ishak Bagea, menganggapnya justru Bupati Buteng sendiri yang tidak konsisten dengan sikap terhadap para bawahnya.

“Pengambil kebijakan melarang ASN Buteng untuk berbicara dan membahas politik tetapi tidak sesuai dengan fakta yang ada, ini terjadi di depan mata kepalanya sendiri, ada ASN Buteng yang berbicara politik di depan ASN Buteng, ASN tersebut berorasi di depan ASN supaya “Lanjutkan” ini kan membuat masyarakat dan ASN Bingung, ada yang tertawa karena disatu sisi pengambil kebijakan melarang ASN untuk koja-koja (diskusi) politik tetapi disisi yang lain ia mempertontonkan politik tebang pilih,” Tulis Ishak Bagea, melalui Whatsappnya, Jumat 1 April 2022.

 

Pria yang akrab disapa IB ini melanjutkan, seharusnya kalau ASN di non job atau demosi karena mungkin tidak berkinerja baik, bukan justru karena berbicara politik dan berdiskusi tentang PJ. Bupati Buteng pengganti Bupati Samahuddin pada 22 Mei 2022 mendatang.

“saya pikir ini harus konsisten dengan perkataan dan perbuatannya, oleh karena itu menurut saya pemimpin itu harus jadi panutan atau pengayom bukan menjadi pemimpin otak kritik,” Ujar IB.

Menurut dia, seharusnya pemimpin itu harus menerima kritikan sebagai multivitamin untuk memperbaiki kinerjanya. Dia pun menilai, apa yang dilakukan oleh pemerintah membuat banyak orang heran dan bingung dengan dinamika yang terjadi khususnya dinamika ASN yang didemosi alias non job atau kena gempa bumi.

“Dari video yang viral itu itu sangat berbeda dengan penegasan dari pengambil kebijakan Buteng supaya ASN Buteng tidak membicarakan Politik atau membicarakan PJ Buteng, tetapi ini aneh bin ajaib atau aneh tapi nyata ada ASN yang mengajak ASN yang baru menerima SK tetapi diberikan wejangan politik dengan kata Lanjutkan!,” Ujar IB.

Dan anehnya lagi, kata IB, oknum ASN yang kampanyekan Bupati Samahuddin tersebut tidak dilarang atau bahkan tidak didemosi atau dinonjob padahal menurut dia, secara nyata dan fakta dalam Video, menunjukkan yel-yel kampanye politik dihadapan bupati dan ASN yang baru menerima SK.

“Sekali lagi seharusnya pengambil kebijakan tidak pilih kasih kalau ada oknum ASN yang melanggar kode etik atau berpolitik seharusnya juga di non job atau diberikan teguran keras tetapi kenyataannya tidak berlaku atau tidak di nonjob oknum ASN Buteng tersebut, Ada apa,” Pungkas IB.

Melalui kesempatan itu, IB yang juga punya niatan masuk di bursa bakal calon bupati Buteng periode 2024 -2029 itu, berkomitmen dengan sikapnya sebagai pemimpin daerah, agar setia antara perkataan dan perbuatan.

Kalau terpilih sebagai Bupati Buteng dimasa yang akan datang, kata IB, maka akan konsisten dan memenuhi seluruh janji politiknya termasuk tidak akan melakukan cara kasar terhadap bawahannya.

“IB KAMPUNG SEJAHTERA SIAP MENJADI PEMIMPIN PENGABDIAN 2024 – 2029 akan konsisten dengan apa yang diprogramkannya serta Insya Allah akan menjadi pemimpin amanah dan pro rakyat untuk mengkongkritkan pemberdayaan dan kesejahteraan bersama masyarakat Buteng yang tersebar di 67 Desa, 10 Kelurahan dan 7 Kecamatan se-Buteng,” tutup Dia.