KENDARI – Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra) mencatat saat ini kuantitas produksi dan kualitas komoditi non pertambangan untuk masuk ke pasar ekspor masih rendah.

Berdasarkan kinerja ekspor Sultra periode Januari hingga September 2023 menunjukkan komoditi ekspor masih didominasi oleh produk industri olahan pertambangan yakni Ferro Nickel/NPI dan Stainless Steel.

Share ekspor tertinggi pada produk Ferro Nickel yakni 88,89 persen dari total nilai ekspor Sulawesi Tenggara atau 2,7 miliar USD/Rp41,58 triliun (kurs Rp15.400).

Disperindag Sultra menilai kinerja ekspor untuk komoditi non pertambangan dapat lebih meningkat dengan sinergitas yang terjalin antar lembaga.

“Upaya yang kami tempuh untuk mendorong kuantitas produksi dan kualitas komoditi non pertambangan untuk masuk ke pasar ekspor adalah dengan meningkatkan sinergitas dengan instansi teknis dan seluruh stakeholder seperti Bea Cukai, Karantina Pelabuhan, dan lainnya,” ujar Kepala Bidang Perdagangan Luar Negeri Disperindag Sultra, Nur Adnan Hadi pada Senin (4/12/2023).

Selain itu, Nur Adnan menyebut komoditas non pertambangan yang diekspor sebagian besar masih berupa bahan baku.

“Produk non pertambangan yang diekspor mayoritas masih belum ada proses diversifikasi dan peningkatan nilai tambah,” jelasnya.

Guna mengurai hal itu, Disperindag terus memberikan pembinaan secara berkelanjutan kepada pelaku usaha ekspor.

“Dengan adanya pembinaan dan pendampingan kepada pelaku usaha diharapkan adanya peningkatan kualitas, kuantitas, dan kontinuitas produk maupun komoditi yang berorientasi ekspor,” imbuh Nur Adnan.

Lanjut kata dia, untuk memaksimalkan upaya peningkatan kinerja ekspor komoditi non pertambangan, pihaknya juga mengajak pemerintah kabupaten/kota untuk berkontribusi bersama.

Sebab, selain karena Sultra memiliki potensi komoditas non pertambangan seperti kakao, jambu mete dan perikanan tangkap yang sangat melimpah, juga geliat ekspor telah ditunjang dengan infrastruktur seperti Pelabuhan Bungkutoko di Kota Kendari.

Dengan berbagai langkah dan pendekatan yang terus dilakukan ini, Disperindag Sultra optimistis apabila sektor ekspor khusunya komoditas non pertambangan akan meningkat secara berkelanjutan.

***