Pemkot Imbau Warga Kendari Waspada DBD di Musim Penghujan

Ilustrasi nyamuk DBD/Ist

KENDARI – Pemkot Kendari mengimbau warga untuk selalu mewaspadai ancaman demam berdarah dengue (DBD) yang cenderung meningkat pada saat musim penghujan.

Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Kendari, Elfi mengatakan, bahwa curah hujan yang tinggi menciptakan genangan air yang menjadi tempat potensial bagi perkembangbiakan nyamuk Aedes aegypti.

“Awal tahun merupakan waktu krusial. Kami mengimbau masyarakat, khususnya di Kota Kendari, untuk terus meningkatkan kewaspadaan terhadap siklus perkembangbiakan nyamuk penyebab demam berdarah,” kata Elfi beberapa waktu lalu.

Dia menyebutkan bahwa cara yang paling efektif untuk mencegah penularan ataupun perkembangbiakan Aedes aegypti dengan melakukan gerakan 3M Plus atau menguras, menutup, dan mendaur ulang.

Baca Juga:  628.537 Kendaraan di Sultra Menunggak Pajak, Kendari Terbanyak

Elfi menilai langkah mandiri di lingkungan rumah jauh lebih optimal dibandingkan hanya mengandalkan pengasapan atau fogging.

“Penggunaan fogging secara berlebihan yang mengandung bahan kimia justru dikhawatirkan memicu resistensi atau kekebalan pada nyamuk. Oleh karena itu, 3M Plus jauh lebih efektif untuk membasmi jentik nyamuk secara tuntas,” ujarnya.

Ia menjelaskan bahwa penerapan pola 3M Plus secara konsisten di lingkungan tempat tinggal diklaim mampu meminimalisir risiko penularan DBD hingga 90 persen.

Selain faktor kebersihan lingkungan, Dinkes Kendari juga mendorong warga untuk menjaga ketahanan fisik melalui pola hidup bersih dan sehat (PHBS). Hal ini meliputi konsumsi makanan bergizi, istirahat yang cukup, serta pengelolaan stres yang baik untuk menjaga imunitas tubuh.

Baca Juga:  Angka Kecelakaan Lalu Lintas di Sultra Capai 2.068 Kasus hingga September 2025

“Daya tahan tubuh yang kuat sangat penting agar kita tidak mudah terinfeksi virus yang dibawa oleh nyamuk tersebut,” jelasnya.

Berdasarkan data Dinkes, hingga saat ini angka kasus DBD di Kota Kendari terpantau masih terkendali dan tidak menunjukkan kenaikan signifikan jika dibandingkan dengan data pada 2024.

Meski demikian, pemerintah kota tetap melakukan langkah-langkah preventif guna mencegah terjadinya lonjakan kasus di tengah masyarakat.

 

**

error: Konten ini tidak dapat dicopy!!