Klarifikasi Guru SDN Waiti Barat Wakatobi Soal Dugaan Penganiayaan Siswi, Mediasi Telah Dilakukan

Foto bersama usai mediasi yang berakhir damai yang dihadiri SM, ibu kedua belah pihak orang tua siswa, PGRI, Camat Tomia, Babinsa, Kapolsek Waha serta warga setempat/Ist.

Setelah keluar ruangan dari mengambil barangnya kedua siswanya dilaporkan sudah berlari pulang sambil menangis.

SM langsung menyusul mereka di rumahnya karena masalah sekolah harus diselesaikan di sekolah dan keduanya belum juga berdamai.

Namun di rumah F, kelompok masyarakat sudah berkumpul dan siswa-siswa juga tampak berkerumun. SM mengaku bingung dan terkejut mendengar sumpah serapah, caci-maki, provokasi dari sejumlah masyarakat di tempat itu kepadanya.

Baca Juga:  Belum Dihuni, Bangunan Pasar Kaloko di Buton Roboh

SM mengaku situasi sudah memanas sehingga ia bahkan tidak diberikan kesempatan untuk menjelaskan kronologis yang sebenarnya.

“Ketika saya menyadari bibir F berdarah saya memeriksanya dengan jari telunjuk, tapi spontan saya dibentak.” paparnya.

Baca Juga:  Pria di Bombana Ditemukan Meninggal Dunia di Dalam Rumahnya

Untuk menenangkan masyarakat dirinya menyarankan kedua anak itu dibawa ke Puskesmas.

“Karena bukti ada pada mereka, dan saya mengatakan siap mengikuti proses hukum apapun yang ditempuh,” ujarnya.

error: Konten ini tidak dapat dicopy!!