Oknum Dekan UIN Kendari Diadukan, Dugaan Pelecehan Mahasiswi

Ilustrasi pelecehan mahasiswi perguruan tinggi Islam

KENDARI – Oknum dosen sekalugus Dekan di Universitas Islam Negeri (UIN) Kendari, inisial MH dilaporkan ke polisi buntut dugaan pelecehan terhadap seorang mahasiswi.

Laporan tersebut disampaikan korban mahasiswi I (19) ke Polda Sulawesi Tenggara (Sultra) dengan Laporan Polisi (LP) Nomor LP LP/B/363/VII/RES 1.24./2026/SPKT/Polda Sultra tertanggal 28 Juli 2026 tersebut.

Kuasa hukum korban, Sukdar menyebutkan, peristiwa tersebut bermula ketika korban mendatangi ruang kerja oknum Dekan MH pada Rabu, 15 Juli 2026 untuk mengurus perbaikan nilai mata kuliah.

“Di situlah terjadi kontak fisik yang mengarah pada pelecehan,” ujar Sukdar dalam keterangannya, Rabu (12/8/2026).

Sukdar menyebutkan MH diduga memanfaatkan relasi kuasa serta kondisi psikologis korban yang sedang berada di dalam ruangannya seorang diri.

Baca Juga:  Pemkot Salurkan Bantuan Pangan Beras untuk 27.600 KPM di Kendari

Selain kontak fisik, MH juga disebut sempat melontarkan pernyataan verbal yang dinilai tidak pantas.

“Menurut kami, ini adalah bentuk manipulasi psikologis dari seorang pendidik untuk menutupi perbuatannya,” ujar Sukdar.

Sementara itu, MH menjelaskan, pertemuannya dengan mahasiswi I di dalam ruang kerjanya memang untuk berkonsultasi mengenai nilai akademik, tapi di tengah sesi konsultasi tersebut, ia tiba-tiba menangis di dalam ruangan.

“Pada saat konsultasi tersebut, I tiba-tiba menangis di dalam ruangan. Saya tidak tahu pasti penyebabnya,” ujar MH.

Merasa situasi mulai tidak kondusif, MH mengaku sempat meminta I untuk meninggalkan ruangannya. MH berdalih sempat memegang tangan I, agar mau keluar dari ruangannya, tapi tetap bertahan.

Baca Juga:  Pemkot Kendari Catatkan Realisasi Pendapatan Daerah Tahun 2025 Capai Rp5,1 Triliun

Karena mahasiswi I terus menangis, MH mengaku mengambil tindakan menenangkan dengan memegang dan meniup bagian ubun-ubun si mahasiswi.

“Jadi kalau disebut mengecup, itu tidak benar. Saya cuma tiup ubun-ubunnya supaya tenang. Saya juga sempat memperbaiki jilbabnya yang awut-awutan, supaya saya tidak dituduh macam-macam,” katanya.

Setelah itu, lanjut MH, korban menjadi lebih tenang dan langsung meninggalkan ruangannya. Dan keesokan harinya, relasi dengan mahasiswi I tampak biasa saja.

“Keesokan harinya, I ini kembali bertemu saya untuk menyetor hafalan,” katanya.

Hingga kini, pihak kepolisian masih memproses dugaan pelecehan yang dilakukan oknum Dekan di UIN Kendari kepada mahasiswinya tersebut.

 

 

**

error: Konten ini tidak dapat dicopy!!