KENDARI – Pemerintah Kota (Pemkot) Kendari meluncurkan program intervensi serentak untuk pencegahan stunting di setiap Pos Pelayanan Terpadu (Posyandu) di seluruh Kota Kendari, pada Selasa (11/6/2024).

Peluncuran ini dihadiri, pihak kecamatan, Danramil 1417, Kepala KUA, Kapolsek Kandai, lurah, Ketua TP PKK Kecamatan, KUPT KB, KUPT Capil, Puskesmas Kandai, Pendamping Keluarga dan Kader Posyandu.

Pasalnya, langkah ini diambil sebagai respons terhadap masalah stunting yang masih menjadi perhatian serius di Indonesia.

Program ini mencakup serangkaian kegiatan mulai dari penyuluhan gizi, pemberian makanan tambahan, hingga monitoring pertumbuhan balita secara rutin. Tujuannya adalah untuk meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya gizi seimbang serta memastikan bahwa setiap anak mendapatkan asupan gizi yang cukup untuk pertumbuhan optimalnya.

Camat Kendari, Maluadi Poto menyampaikan komitmennya untuk memastikan keberhasilan program ini.

“Kami berharap dengan adanya program intervensi serentak ini, angka stunting di Kota Kendari dapat ditekan secara signifikan. Kolaborasi antara pemerintah, masyarakat, dan stakeholder terkait akan menjadi kunci keberhasilan dalam upaya pencegahan stunting ini,” ujarnya, seperti dikutip dari kendarikota.go.id, pada Selasa (11/6).

Dalam upaya menjalankan program ini dengan efektif, Pemkot Kendari juga telah melibatkan berbagai pihak, termasuk organisasi non-pemerintah dan perusahaan swasta, untuk mendukung penyediaan sumber daya dan dukungan finansial. Selain itu, para petugas kesehatan di setiap posyandu juga telah dilatih secara khusus untuk memberikan layanan yang berkualitas kepada masyarakat.

Masyarakat diharapkan untuk aktif berpartisipasi dalam program ini dengan membawa anak-anak mereka ke posyandu untuk mendapatkan layanan kesehatan dan gizi yang diperlukan. Dengan kerjasama yang solid antara pemerintah dan masyarakat, diharapkan dapat terwujud generasi masa depan yang lebih sehat dan tangguh di Kota Kendari.

**