KENDARI – Pemerintah Kota (Pemkot) Kendari berhasil menekan laju inflasi pada periode Januari 2024. Angka inflasi di Kota Kendari sekira 1,92 persen (Year on Year/YoY). Angka itu berada di bawah angka inflasi nasional sebesar 2,57 persen.

Selain inflasi, Kota Kendari juga mengalami deflasi 0,46 persen secara bulanan atau month to month (MtM). Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra) mencatat deflasi dipengaruhi oleh penurunan harga tiket pesawat, bawang merah, ikan, serta bahan bakar minyak (BBM) dan bahan bakar rumah tangga ukuran 15 kg dan 5 kg.

Kepala BPS Kota Kendari, Martini menjelaskan bahwa deflasi yang terjadi di Kota Kendari tak lepas dari peran Pj Wali Kota Kendari, Muhammad Yusup dalam mengimplementasikan kebijakan dan intervensi ekonomi yang berhasil menahan tingkat inflasi.

Menurutnya, Pj Wali Kota Kendari telah memberlakukan berbagai kebijakan dan intervensi ekonomi yang berdampak positif dalam mengendalikan inflasi di kota ini.

“Langkah-langkah tersebut turut berkontribusi terhadap tercapainya tingkat deflasi yang cukup rendah pada Bulan Januari 2024,” jelas Martini.

Dia berharap keberhasilan Kota Kendari dapat memberikan inspirasi bagi daerah lain untuk menerapkan kebijakan yang berkelanjutan. Kolaborasi antara lembaga pemerintah dan implementasi kebijakan yang efektif menjadi kunci utama dalam menghadirkan kondisi ekonomi yang sehat dan berkelanjutan di masa yang akan datang.

**