Konawe  

Melihat Kerajinan Caping Khas Tolaki dari Daun Pandan Hutan di Sampara

Salah satu pengrajin Caping khas Tolaki yang masih bertahan berada di Desa Baini, Kecamatan Sampara, Kabupaten Konawe/Ilfa, HaloSultra.com.

“Sampah plastik rumah tangga yang sudah tidak terpakai, digunakan bagian lingkaran sebagai pemanis dan topi caping dijual untuk ukuran kecil seharga Rp25 ribu, yang ukuran sedang Rp35ribu per buahnya. Sedangkan ukuran besar seharga Rp 50ribu,”ungkapnya, saat ditemui awak HaloSultra.com, Rabu ( 8/2/2023).

Ibu berusia 56 tahun ini telah menekuni pekerjaannya sejak tahun 2017. Keahlian menganyam itu didapatnya secara otodidak .

Baca Juga:  Tingkat Pengangguran Terbuka di Sultra Capai 3,33 Persen

“Saya membuat topi Caping anyaman khas Tolaki itu, Mulai 2017 sampai saat ini. Pertama saya belajar sendiri,” ujarnya.

Lebih lanjut, hasil anyaman Caping yang dia buat sebelumnya pernah dipesan oleh salah satu instansi di Konawe dan Jakarta.

“Kalau satu hari dari rejeki aja, pernah ada yang pesan juga itu dari Konawe dari dinas, saya lupa juga, kalau ada lomba- lomba desa kadang 50 lembar 100 lembar dan kalau ada pameran di kota atau di Unaaha biasa pesan di sini dan dari Jakarta pernah ada yang pesan kurang lebih itu 70 lembar,” pungkasnya. ***

error: Konten ini tidak dapat dicopy!!