MUNA – Pusat Kesehatan Masyarakat (Puskesmas) Kabawo terus berbenah pasca masuknya Ramlan sebagai pimpinan baru.

Sejak menerima SK pertanggal 1 April 2022 lalu, ia langsung tancap gas membenahi struktur, cara kerja dan kedisiplinan para pegawai, baik Aparatur Sipil Negara (ASN), tenaga honorer maupun tenaga pengabdi.

“Pasca masuk, ada beberapa yang harus saya benahi, terutama kedisiplinan,” ungkapnya. Rabu, 20 April 2022

Menurutnya, kedisiplinan menjadi tolak ukur keberhasilan dalam setiap kinerja yang diberikan.

“Tidak ada tawar menawar soal kedisiplinan, karena itu indikator penilaian kami dalam bekerja,” tambahnya

Selain itu, ia juga membenahi cara kerja tenaga honorer dan pengabdi yang selama ini malas berkantor. Ia kemudian memberdayakan mereka untuk melakukan aktifitas pelayanan kesehatan, baik dalam Puskesmas maupun pelayanan langsung pada masyarakat yang ada di setiap Desa dan Kelurahan.

“Tenaga honorer dan pengabdi kami tertibkan lalu diberdayakan, kita berikan mereka pekerjaan sesuai dengan besic keilmuannya,”

“Ketika ada pengabdi yang malas berkantor dan tidak mampu bekerja maka kami akan evaluasi,” katanya pula

Wa Ode Siti Harlina salah satu perawat senior sejak 2009 lalu mengapresiasi cara kerja dan kepemimpinan yang dicanangkan Ramlan sebagai Kepala Puskesmas baru.

Terobosan yang dilakukan sudah sepantasnya dilakukan, agar kerja-kerja pelayanan kesehatan dapat berjalan sesuai dengan koridornya.

“Alhamdulillah ada perubahan besar, baik kedisiplinan, cara kerja yang terarah, tegas dan selalu memberikan motivasi,” katanya

Selama ini, tenaga kesehatan baik ASN, honorer maupun pengabdi acuh tak acuh terhadap tanggung jawab yang diberikan. Saat ini kebiasaan itu mulai berubah.

“Nanti datang beliau baru kelihatan tenaga honorer, maupun tenaga pengabdi, semua diberdayakan baik ASN, tenaga honorer, maupun tenaga pengabdi,” ujarnya

Sementara itu, Bidan Wajib yang juga salah satu bidan senior dipuskesmas Kabawo mengatakan, dengan kepemimpinan yang baru tentunya memiliki perbedaan, dulunya tidak terlalu sibuk sekarang menjadi sibuk karena semua diberdayakan.

“Semua program berjalan dengan baik, semua diberdayakan, dulu tidak pernah berbuat sekarang terlibat sendiri dalam program,” katanya

Untuk menopang setiap kegiatan pada sentra pelayanan kesehatan, ia meminta agar diadakan security untuk menjaga keamanan kantor.

Selain itu, dibutuhkan juga ASN perawat untuk membantu pelayanan yang saat ini diisi tenaga honorer.

“Kita juga minta agar ruang persalinan yang representatif,” tambahnya.

Ditempat yang sama, Wa Ode Asmayuliana Ningsih, bidan Honorer yang masuk sejak Desember 2012 lalu mengaku gembira dengan hadirnya kepala Puskesmas baru.

Ia mengaku, saat ini dirinya setiap hari diberdayakan untuk melayani kebutuhan masyarakat dalam bidang keilmuannya.

“Dulu kalau ada nama dan diajak, ia kita ikut. Sekarang baru tiga minggu langsung kami diberdayakan, setiap hari selalu diberikan kegiatan,” ujarnya.

Dulunya, sebagai tenaga honorer ia mengaku malas berkantor, dalam seminggu ia hanya tiga kali berkantor mengingat tidak diberikan tugas alias tidak diberdayakan.

“Sebelumnya tiga kali seminggu karena tidak diberdayakan, sekarang setiap hari karena tiap hari diberi tugas, ” katanya pula

Untuk diketahui, Puskesmas Kabawo menjadi salah satu Puskesmas Rawat Inap yang mewadahi delapan desa, satu Kelurahan dan lima belas posyandu.