Kasus Waria Keroyok Pemuda di Kendari Berlanjut, Polisi Terbitkan DPO

Kasat Reskrim Polresta Kendari, AKP Fitrayadi/Erik Lerihardika, HaloSultra.com

KENDARI – Kasus pengeroyokan yang dilakukan oleh dua waria terhadap seorang pemuda di BTN Geraha Cempaka Asri, Kelurahan Bonggoeya, Kecamatan Wua-wua, Kota Kendari beberapa waktu lalu terus berlanjut.

Meski sebelumnya korban telah mencabut laporan polisi. Tetapi korban merasa malu karena video yang sudah beredar di madia sosial dan meminta polisi melanjutkan kasus pengeroyokan itu.

Kasat Reskrim Polresta Kendari, AKP Fitrayadi mengatakan, bahwa saat ini pihaknya masih melakukan penyelidikan keberadaan terhadap waria pelaku pengeroyokan.

“Seperti yang kita tau beberapa hari lalu terjadi penganiayaan yang dilakukan oleh dua orang yang berjenis kelamin laki-laki, tetapi nampak seperti perempuan itu hingga kini kita masih melakukan penyelidikan keberadaan para pelaku untuk ditangkap,” ujar Fitrayadi saat ditemui HaloSultra.com, Senin (30/1/2023).

Baca Juga:  Muscab V IBI Buton, Bupati Tekankan Pentingnya Peran Bidan dalam Pembangunan Kesehatan

Mantan Kasat Reskrim Polres Konawe Selatan ini mengungkapkan, pihaknya telah mengantongi identitas kedua pelaku, dan berdasarkan hasil penyelidikan kedua pelaku telah melarikan diri ke luar Provinsi Sulawesi Tenggara.

“Kami sudah kantongi identitas kedua pelaku yaitu Alan dan Taofik. Untuk nama gaulnya Lola dan Airin,” ungkapnya.

Baca Juga:  Pasutri Asal Konawe Diringkus Buser 77 Usai Gelapkan Mobil Cicilan

Pihaknya juga akan menerbitkan Daftar pencarian Orang (DPO) terhadap kedua pelaku tersebut.

“Foto kedua pelaku sudah kami dapat selanjutnya kita hari ini rencana akan kita keluarkan DPO-nya,” bebernya.

Sebelumnya, seorang pemuda yang merupakan korban yang menggunakan aplikasi kencan sepakat untuk menggunakan jasa kencannya dari salah satu pelaku.

Setelah berkencan, korban tak mampu membayar karena tak memiliki uang sehingga pelaku bersama rekannya melakukan penganiayaan kepada korban. Peristiwa penganiayaan tersebut pun dilaporkan korban ke pihak kepolisian. ***

error: Konten ini tidak dapat dicopy!!