KENDARI – Angka kecelakaan lalu lintas di Sulawesi Tenggara (Sultra) masih terbilang tinggi pada tahun 2025. Hingga September 2025 tercatat sebanyak 1.135 kasus.

Angka ini sedikit menurun dibandingkan jumlah kasus kecelakaan lalu lintas pada tahun 2024 yang mencapai 1.625 kasus.

Kota Kendari menjadi daerah dengan tingkat kecelakaan lalu lintas tertinggi mencapai 360 kasus, disusul Kabupaten Konawe dengan 214 kasus.

Sementara itu Kabupaten Buton Utara menjadi daerah dengan angka kecelakaan lalu lintas terendah di Sultra sebanyak 12 kasus.

Dirlantas Polda Sultra, Kombes Pol Argowiyono menyebutkan, jumlah kasus kecelakaan lalu lintas itu menunjukan budaya berkendara masyarakat.

Baca Juga:  5 Daerah Penghasil Padi Terbesar di Sulawesi Tenggara, Konawe Tak Ada Lawan

“Ini menjadi tantangan besar dalam meningkatkan kesadaran dan disiplin masyarakat dalam berkendara,” kata Argowiyono kepada wartawan, Senin (22/9/2025).

Lanjut Argowiyono, pihaknya akan terus berupaya melakukan berbagai langkah preventif untuk menekan angka kecelakaan.

Salah satu langkah yang akan dilakukan yakni memberikan edukasi rutin setiap pagi, khususnya di titik-titik rawan, untuk mengingatkan pengendara agar tidak melawan arus.

Selain itu, edukasi juga menyasar para pelajar sebagai calon pengendara masa depan.

“Kami menyasar pelajar untuk memberikan edukasi kepada siswa yang akan beranjak usia 17 tahun yang akan mendapatkan surat izin mengemudi (SIM),” jelasnya.

Baca Juga:  9 Kawasan Industri di Sulawesi Tenggara Masuk Daftar PSN Era Prabowo

Berikut rincian angka kecelakaan lalu lintas di kabupaten dan kota se-Sultra per September 2025:

 

**