JAKARTA – Beredar luas dokumen yang mengatasnamakan Pertamina, yang berisi informasi proyeksi harga BBM non subsidi per 1 April 2026 dengan cap Confidential bertajuk “Perkiraan Harga Jual Eceran BBM Non Subsidi (JBU) April 2026”.
Di dalamnya disebutkan daftar harga BBM non subsidi per April 2026, sebagai berikut:
- Pertamax: Rp17.850 per liter (sebelumnya Rp12.300)
- Pertamax Green 95: Rp19.150 per liter (sebelumnya Rp16.509)
- Pertamax Turbo: Rp19.450 per liter (sebelumnya Rp16.767)
- Pertamina Dex: Rp23.950 per liter (sebelumnya Rp20.647)
- Dexlite: Rp 23.650 per liter (sebelumnya Rp20.388)
Disebutkan dalam dokumen tersebut, harga yang tercantum sudah memasukkan komponen harga dasar, PPN 11 persen dan Pajak Bahan Bakar Kendaraan Bermotor (PBBKB).
DAlam dokumen tersebut juga disebutkan alasan harga BBM Non Subsidi melonjak tajam. Di antaranya adalah kurs rupiah yang terus melemah, harga indeks pasar (HIP) RON 92 naik 62,44 persen dari 73,91 dolar AS/bbl ke 120,06 dolar AS/bbl dan HIP Gasoil 2500ppm yang melonjak 90,65 persen menjadi 166,31 dolar AS/bbl.
Naiknya harga BBM Non Subsidi pada April memang sudah diantisipasi oleh publik, mengingat tren yang juga dialami oleh negara-negara lain di dunia yang mengalami krisis energi akibat perang di Timur Tengah yang tidak juga usai.
Di beberapa negara Asia Tenggara, harga BBM juga sudah melambung tinggi. Di antaranya Vietnam, Filipina, Malaysia dan Singapura.
Menanggapi hal tersebut, Vice President Corporate Communication Pertamina, Muhammad Baron membantah kabar beredar yang menyebutkan harga Pertamax akan mencapai Rp 17.850 per liter per 1 April 2026 mendatang.
Baron mengatakan bahwa informasi proyeksi kenaikan harga BBM yang beredar tidak dapat dipertanggungjawabkan.
“Hingga saat ini belum ada pengumuman resmi mengenai harga per 1 April 2026,” terang Baron di Jakarta, Senin (30/3/2026).
**






