Ini Dia 10 Perusahaan Penyumbang Investasi Terbesar di Sultra Triwulan II 2025
KENDARI – Triwulan II Tahun 2025, realisasi investasi di Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra) tembus Rp13,618 triliun.
Angka ini melampaui target investasi yang diberikan oleh Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) yang mencapai Rp 13,28 triliun
Sehingga dari capaian per Juni 2025 ini, realisasi investasi di Sultra memenuhi target dengan persentase 102,54 persen.
Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Sultra, Parinringi mengatakan, capaian ini menunjukkan perkembangan investasi di Sultra sangat positif.
“Di tahun 2025 ini kita sudah mencapai target. Artinya, baru masuk triwulan II realisasi investasi di Sultra sudah lebih dari 100 persen,” ujar Parinringi beberapa waktu lalu.
Diuraikan Parinringi, terdapat 10 perusahaan penyumbang investasi terbesar di Bumi Anoa.
“Top perusahan dengan nilai tambahan realisasi investasi tertinggi pada triwulan II tahun 2025 yakni Huaxing Nickel Indonesia dengan sektor utamanya, sektor sekunder,” bebernya.
Perusahaan tersebut berinvestasi di Kabupaten Kolaka pada sub sektor industri logam dasar, barang logam, bukan mesin, dan peralatannya dengan nilai investasi mencapai Rp3,53 triliun.
Nampaknya industri logam dasar, barang logam, bukan mesin, dan peralatannya menjadi sub sektor primadona perusahaan untuk menanamkan modalnya di Sultra.
Terbukti, di urutan kedua (ESG Industri Energi Baru)
dan ketiga (Kolaka Nickel Indonesia) dalam daftar perusahaan penyumbang investasi di triwulan II masih ditempati oleh badan usaha yang bergerak di bidang serupa.
ESG Industri Energi Baru yang berinvestasi di Kabupaten Konawe memiliki nilai penanaman modal mencapai Rp1,34 triliun.
Sementara Kolaka Nickel Indonesia yang berinvestasi di Kolaka menanamkan modalnya senilai Rp1,28 triliun.
Secara rinci, berikut daftar 10 perusahan dengan investasi terbesar pada triwulan II di Sultra:
- Huaxing Nickel Indonesia (Kolaka): Rp3,53 triliun.
- ESG Industri Energi Baru (Konawe): Rp1,34 triliun.
- Kolaka Nickel Indonesia (Kolaka): 1,28 triliun.
- Vale Indonesia (Kolaka): Rp559 miliar.
- Indonesia Pomalaa (Kolaka): Rp381 miliar.
- Ceria Metalindo Prima (Kolaka) Rp372 miliar.
- Sulawesi Cahaya Mineral (Konawe): Rp302 miliar.
- IPIP Port Kolaka (Kolaka): Rp249 miliar.
- Virtue Dragon Nickel Industry (Konawe): Rp119 miliar.
- Adhi Kartiko Pratama (Konawe Utara): Rp54 miliar.
**
Tinggalkan Balasan