Damkar Kendari Tangani 138 Kasus Kebakaran Sepanjang 2025

Ilustrasi kebakaran rumah/Ist

KENDARI – Dinas Pemadam Kebakaran (Damkar) Kendari mencatat telah menangani sebanyak 138 kasus kebakaran di Kota Kendari sepanjang 2025.

Kepala Damkar Kendari, Ahriawandy Effendy mengatakan, bahwa penyebab dari 138 kasus kebakaran tersebut didominasi korsleting listrik dengan sebanyak 68 kasus kebakaran.

Kemudian membakar sampah, tumpukan kayu, lahan, puntung rokok, dan terbakar sendiri sebanyak 43 kasus kebakaran.

Kemudian, bahan bakar minyak, las listrik, petasan, kompor gas, minyak, kayu tungku, dan obat nyamuk sebanyak 10 kasus kebakaran, serta satu kasus kebakaran yang dilakukan dengan sengaja.

“Sementara yang belum diketahui penyebabnya sebanyak 16 kasus kebakaran,” kata Ahriawandy Effendy.

Baca Juga:  Begal di Kendari Ancam Polisi Pakai Badik

Ia menyebutkan bahwa jenis kebakaran tersebut didominasi pada kasus kebakaran bangunan, yakni 69 kasus. Kemudian, kasus kebakaran lahan, kebun, hutan, dan lain-lain 40 kasus, kendaraan lima kasus, dan tiang listrik 24 kasus.

Berdasarkan data jumlah penanganan kasus kebakaran di Kota Kendari tahun 2025 itu meningkat 28 kasus kebakaran, jika dibandingkan pada tahun 2024, yaitu sebanyak 110 kasus kebakaran.

Untuk sebaran kebakaran di wilayah itu, yakni Kecamatan Wua-wua 10 kasus, Kendari 12 kasus, Kambu 13 kasus, Poasia 18 kasus, Kendari Barat 7 kasus, Puuwatu 22 kasus, Nambo 1 kasus, Baruga 20 kasus, Kadia 23 kasus, dan Mandonga 12 kasus kebakaran.

Baca Juga:  Promosikan Judi Online, Siswi SMA di Kendari Diciduk Polisi

Ia mengimbau seluruh masyarakat Kota Kendari agar selalu melakukan pengecekan keadaan tabung gas, instalasi listrik, dan juga meningkatkan kewaspadaannya terhadap risiko sebelum meninggalkan rumah guna mencegah kebakaran.

Dia menambahkan bahwa selain penanganan kasus kebakaran, pihaknya juga menangani sebanyak 374 penyelamatan atau evakuasi pada 2025, yaitu mulai dari evakuasi hewan, cincin di tangan warga, kecelakaan kendaraan, penanganan banjir, dan beberapa penyelamatan atau evakuasi lainnya.

 

**

error: Konten ini tidak dapat dicopy!!