Pelni Baubau Catat 48.489 Penumpang Selama Arus Mudik Idul Fitri 1447 H

Pelabuhan Murhum, Kota Baubau, Sulawesi Tenggara

BAUBAUPT Pelni (Persero) Cabang Baubau mencatat jumlah penumpang kapal dari dan ke daerah itu selama arus mudik Idul Fitri 1447 H mencapai 48.489 penumpang.

Periode arus mudik itu sejak pembukaan posko Angkutan Lebaran Idul Fitri pada 13 hingga 30 Maret 2026 di Pelabuhan Murhum Baubau, Sulawesi Tenggara (Sultra).

Kepala PT Pelni Baubau, Djasman menyebutkan, bahwa jumlah tersebut terdiri dari penumpang turun dan penumpang naik di Pelabuhan Murhum Baubau.

“Untuk penumpang turun atau tiba mencapai 27.575 orang, sementara penumpang berangkat ke pelabuhan-pelabuhan tujuan sebanyak 20.914 orang,” kata Djasman di Baubau, Kamis (2/4/2026).

Djasman menyebutkan, bahwa meski posko terpadu di Pelabuhan Murhum Baubau telah ditutup pada 30 Maret 2026, akan tetapi PT Pelni sendiri untuk masa angkutan lebaran masih berjalan hingga 6 April 2026.

Baca Juga:  Tingkatkan Kualitas Pelayanan, Pembinaan IMP dan Lini Lapangan Bangga Kencana Digelar

“Kalau untuk Pelni sendiri penutupan kami sampai 6 April 2026, bukan 30 Maret. Karena posisinya biasanya kami dari Pelni itu H-15 sampai H+15 Idul Fitri,” ujarnya.

Djasman menjelaskan bahwa jumlah penumpang berangkat Lebaran tahun ini lebih besar dibanding tahun sebelumnya yang berjumlah 20.375 orang. Sementara penumpang tiba lebih kecil dibanding tahun lalu sebanyak 29.910 orang.

“Jadi, kalau dilihat ini lebih sedikit yang datang ketimbang yang berangkat. Jumlah penumpang berangkat tahun ini 20.914 orang dan tiba 27.575. Sedangkan tahun sebelumnya penumpang berangkat 20.375 jiwa dan 29.910 penumpang turun dengan periode yang sama,” jelas Djasman.

Baca Juga:  Januari 2026, Dinkes Catat Belasan Kasus DBD di Kota Baubau

Djasman juga mengungkapkan bahwa potensi penumpang pada masa arus balik lebaran tahun ini masih tinggi dengan melihat pembelian tiket secara online yang sudah ada saat ini.

“Kalau dilihat untuk penumpang seperti kapal Dobonsolo masih ada, terus Labobar masih banyak, termasuk kapal Gunung Dempo, Lambelu dan Sinabung. Jadi ini sampai tanggal 6 April 2026 masih tinggi,” ungkapnya.

Djasman menambahkan bahwa masih akan ada dispensasi untuk keberangkatan jika dimungkinkan. Karena itu, ia menyampaikan agar calon penumpang membeli tiket jauh hari sebelum keberangkatan.

 

**/antara

error: Konten ini tidak dapat dicopy!!