KOLAKA – Proyek penimbunan Lapangan Mokole So’u di Kecamatan Watubangga, Kolaka, Sulawesi Tenggara (Sultra) menuai sorotan.
Aliansi Pemuda Kecamatan Watubangga (APW) menilai proyek penimbunan Lapangan Mokole So’u itu dikerjakan dengan asal.
Koordinator APW, Haikal Syam dalam orasinya mendesak Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kolaka melakukan audit teknis terhadap kelayakan pekerjaan penimbunan Lapangan Mokole So’u tersebut.
Dikatakannya, Lapangan Mokole So’u tersebut diharapkan bisa menjadi pusat kegiatan olahraga masyarakat.
Namun penimbunan lapangan tersebut penggunaan material timbunan yang tidak standar, cenderung berlumpur, serta pengerjaan drainase yang diabaikan.
Haikal khawatir lapangan tersebut akan gagal fungsi dan justru menjadi rawa di musim hujan, merugikan masyarakat dan menghamburkan keuangan negara.
“Pembangunan sarana publik adalah untuk rakyat, bukan untuk memperkaya kontraktor dengan memberikan kualitas cacat,” kata Haikal dalam aksinya di Kecamatan Watubangga pada Senin (30/3/2026).
“Maka seharusnya pejabat tingkat kecamatan harus bisa bertindak tegas untuk menolak pekerjaan semacam itu, agar wibawa pemerintahan di mata masyarakat Watubangga tidak runtuh,” sambungnya.
APW berkomitmen untuk terus mengawal dan memastikan Lapangan Mokole So’u dibangun sesuai standar kemanfaatan dan fungsional yang layak.
Sementara itu, Camat Watubangga, Muhammad Ibnu Munsyir menyebutkan, Satker dari proyek penimbunan Lapangan Mokole So’u tersebut berada di Dispora Kolaka dan pihaknya hanya menerima hasil dari proyek tersebut.
“Pada dasarnya pekerjaan ini Satker-nya adalah di Dispora Kolaka dan kami di Watubangga hanya menerima dan diberitahukan jika pekerjaan telah selesai,” kata Ibnu Munsyir.
“Tapi baiklah pada intinya kami menerima poin-poin tuntutan dari teman-teman dan inshallah secepatnya akan kami tindak lanjuti bahkan pada hari ini juga akan langsung kami sampaikan kepada Bupati Kolaka,” sambungnya.
**






