KOLAKA – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kolaka mencatat sebanyak 134 kepala keluarga (KK) dan 30 hektar sawah terdampak banjir akibat luapan Sungai Polenga dan Sungai Tondowolio di Kolaka, Sulawesi Tenggara (Sultra).
Plt Kepala BPBD Kolaka, Sunarto mengatakan, 134 KK yang terdampak tersebut berada di Desa Polenga, Kecamatan Watubangga dan Desa Tondowolio, Kecamatan Tanggetada.
“Desa Polenga ada 47 KK terdampak dan Desa Tondowolio ada 87 KK,” kata Sunarto dalam keterangannya.
Banjir akibat luapan Sungai Polenga dan Sungai Tondowolio tersebut terjadi sekitar 01.30 WITA, pada Minggu (21/2/2026) karena intensitas curah hujan tinggi.
Ketinggian air kurang lebih 1 hingga 2 meter yang juga bertepatan dengan pasang air laut saat kejadian.
Sunarto juga menyebutkan fasilitas umum, seperti SD Negeri 1 Tondowolio dan Madrasah Nur Ain di Tanggetada juga terdampak akibat banjir tersebut.
Selain itu, terdapat 30 hektar sawah masyarakat di dua wilayah tersebut juga terdampak banjir, yaitu Desa Polenga sekitar 18 hektar dan Desa Tondowolio sekitar 12 hektar sawah.
Ia mengungkapkan saat ini kondisi ke dua wilayah tersebut sudah kembali aman dan kondusif. Selain itu, pihaknya bersama tim gabungan, yakni mulai instansi terkait, pemerintah desa, hingga masyarakat setempat juga telah melakukan pembersihan area pemukiman.
“Kami mengimbau masyarakat untuk selalu meningkatkan kesiapsiagaan dan kewaspadaan terhadap dampak perubahan cuaca,” katanya.
Peningkatan curah hujan yang signifikan sampai puncak musim hujan pada April, dapat memicu bencana hidrometeorolgi seperti banjir, tanah longsor, banjir bandang, angin kencang dan pohon tumbang.
**






