Tersangka Kasus Persetebuhan Anak di Bawah Umur di Kolut Menikah dengan Korbannya

Tersangka kasus persetubuhan di bawah umur (A) usai melakukan prosesi ijab kabul pernikahan dengan korbannya (NW) di Masjid Hadiqatul Jannah, Polres Kolaka Utara

KOLAKA UTARA – Tersangka kasus persetubuhan anak di bawah umur, berinisial A (20), warga Desa Seuwa, Kecamatan Pakue, Kabupaten Kolaka Utara (Kolut), Sulawesi Tenggara (Sultra) akhirnya menikahi korban.

Prosesi Ijab kabul pernikahan tersangka dengan korban NW (18) berlangsung di Masjid Hadiqatul Jannah, Polres Kolut, tempat A ditahan.

Kasus ini bermula pada Juli 2023, ketika A dilaporkan oleh keluarga korban karena telah menyetubuhi NW yang saat itu masih berusia di bawah 18 tahun.

Akibatnya A kemudian mendekam di sel tahanan Polres Kolut selama penyidikan perkara hukum yang membelitnya.

Baca Juga:  Genjot Produktivitas Kakao Kolaka Utara, Program Revitalisasi Terus Diperkuat

Setelah melalui proses hukum dan korban dinyatakan telah cukup umur pada 25 Juni 2025, keluarga kedua belah pihak sepakat menyelesaikan persoalan ini melalui jalur pernikahan.

Setelah mengantongi dispensasi dan izin pernikahan dari Pengadilan Agama Lasusua keduanya pun dinikahkan.

Pernikahan dipimpin Kepala Kantor Urusan Agama (KUA) Lasusua, Ihyauddin, dengan mahar berupa seperangkat alat sholat dan emas.

Meski digelar di lingkungan kepolisian, prosesi pernikahan berjalan khidmat dan dihadiri oleh keluarga dari kedua pihak.

Kasat Reskrim Polres Kolut, AKP Fernando Oktober menyatakan, institusinya hanya memfasilitasi pelaksanaan pernikahan sebagai bagian dari hak sipil tahanan yang sudah memenuhi syarat administratif.

Baca Juga:  Kapolda: Barak Dalmas 38 Setia Diharapkan Tingkatkan Kesiapsiagaan Personel

“Kami memberikan fasilitas ini sebagai bagian dari jaminan hak sipil. Keluarga tersangka telah melengkapi semua administrasi yang dibutuhkan, sehingga kami memfasilitasi pernikahan ini di Masjid Hadiqatul Jannah,” ujarnya.

Meski telah menikah, proses hukum terhadap A tetap berjalan dan saat ini berkas perkara tindak pidana akan dirampungkan (P21).

Pihaknya menegaskan bahwa pernikahan ini tidak menghapus tindak pidana yang dilakukan saat korban masih berstatus di bawah umur.

 

**

error: Konten ini tidak dapat dicopy!!