BUTON – Wakil Bupati Buton, Syarifudin Saafa, membantah anggapan bahwa Bupati Buton Alvin Akawijaya Putra hilang.

Anggapan mengemuka usai warga dan mahasiswa malayangkan laporan terkait Bupati Buton, Alvin Akawijaya Putra sebagai orang hilang ke Polres Buton pada Kamis (18/9/2025) lalu.

Laporan ini diajukan warga setelah mendapati sulitnya menemui sosok bupati termuda di Sultra itu. Bahkan Bupati Alvin disebut tidak pernah masuk kantor dan juga tidak berada di rumah dinasnya hingga berapa pekan terakhir.

“Pak Bupati, Pak Alvin Akawijaya Putra, saat ini sedang berdinas di Jakarta dan di beberapa daerah lainnya. Jadi kalau ada aspirasi dari masyarakat yang sampai kemudian disebutkan hilang, saya nyatakan itu tidak benar,” tegas Wabup Syarifudin.

Baca Juga:  Bupati Buton Dilaporkan Warga Sebagai Orang Hilang

Ia menjelaskan bahwa keberadaan Bupati di luar daerah adalah bagian dari kepentingan dinas pemerintah daerah.

“Urusannya kepentingan dinas, ya urusan dinas itu pasti disertai dengan administrasi. Setahu saya beliau ke Jakarta untuk urusan kepentingan pemerintah daerah juga,” tambahnya.

Syarifudin berharap masyarakat tetap tenang dan mendoakan agar Bupati Buton segera kembali.

“Kita doakan semoga cepat kembali dan membawa kabar gembira untuk Kabupaten Buton. Mudah-mudahan dalam waktu satu atau dua hari sudah kembali ke Buton,” harapnya.

Baca Juga:  Hadiri Bongka'ano Khopo di Waondo Wolio, Bupati Buton Tekankan Pentingnya Pelestarian Adat

Sementara itu, berdasarkan akun media sosial Facebooknya, Alvin Akawijaya Putra terus memposting kegiatan dinasnya selama berada di Jakarta.

Dalam beberapa hari terakhir, ia melakukan koordinasi dengan Dirjen Otonomi Daerah Kemendagri, audiensi bersama Direktur Jenderal Bina Marga Kementerian Pekerjaan Umum, serta menghadiri kegiatan Forum Jaringan Pemerintah Daerah (PNLG) PEMSEA 2025 di Jakarta.

Pada Jumat (19/9/2025), ia juga menghadiri rapat bersama para pemilik usaha aspal Buton untuk menanggapi keresahan masyarakat terkait pengangkutan aspal yang kerap berjatuhan di jalan dan merugikan banyak pihak.

 

**