KENDARI – Kota Kendari menjadi daerah dengan peredaran uang palsu terbanyak di Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra) pada tahun 2025.
Informasi tersebut disampaikan Kepala Kantor Perwakilan (KPw) BI Sultra, Edwin Permadi, saat dikonfirmasi awak media, Selasa (20/1/2026).
Ia mengatakan sepanjang 2025, pihaknya menemukan 397 lembar uang palsu yang beredar di dua daerah di Sultra.
Dua daerah tersebut yakni Kota Kendari sebanyak 365 lembar dan 32 lembar di Kota Baubau.
Uang palsu yang beredar didominasi pecahan Rp50 ribu dan Rp100 ribu.
Untuk pecahan Rp50 ribu, ditemukan uang palsu tahun emisi 2005 sebanyak dua lembar, emisi 2016 sebanyak 78 lembar, dan emisi 2022 sebanyak 40 lembar.
Sementara itu, pecahan Rp100 ribu ditemukan tahun emisi 2004 sebanyak tiga lembar, emisi 2014 sebanyak lima lembar, emisi 2016 sebanyak 201 lembar, dan emisi 2022 sebanyak 68 lembar.
Baca juga: 3 Pengedar Uang Palsu di Kolaka Diringkus Polisi, 6 Lembar Pecahan Rp100 Ribu Disita
“Temuan uang palsu ini berasal dari hasil klarifikasi perbankan, laporan masyarakat, serta kegiatan penukaran uang yang dilakukan Bank Indonesia,” kata Edwin.
Edwin menyampaikan, tingginya aktivitas ekonomi dan transaksi tunai di Kota Kendari menjadi salah satu faktor yang mendorong tingginya temuan uang palsu di wilayah tersebut.
Meski demikian, secara umum kondisi peredaran uang palsu di Sultra masih tergolong terkendali.
Jumlah temuan pada 2025 tercatat lebih rendah dibandingkan tahun 2024 yang mencapai 465 lembar.
Sebagai langkah pencegahan, BI Sultra menggencarkan edukasi kepada masyarakat melalui program Cinta, Bangga, dan Paham Rupiah.
Selain itu, segera melaporkan kepada pihak berwajib atau kantor Bank Indonesia terdekat apabila menemukan uang yang diduga palsu.
Baca juga: Lagi! Warga di Muna Sulawesi Tenggara Diduga Terima Uang Palsu, Punya Lapisan Putih Seperti Kertas
Untuk menjaga kepercayaan terhadap rupiah dan kelancaran sistem pembayaran di Sulawesi Tenggara.
“Selalu terapkan metode 3D, yakni Dilihat, Diraba, dan Diterawang, saat menerima uang tunai,” jelasnya.
Kantor BI Sultra berada di Jalan Haluoleo, Kelurahan Mokoau, Kecamatan Kambu.
Berjarak cukup dekat dengan Kantor Gubernur Sultra di Jalan Haluoleo, Kelurahan Anduonohu Kecamatan Poasia, sekira 550 meter atau 2 menit berkendara.
**/tribunnewssultra






