Andi Sumangerukka: Meritokrasi Jadi Dasar Pengisian Jabatan ASN Lingkup Pemprov Sultra

Gubernur Sulawesi Tenggara, Andi Sumangerukka

KENDARI – Gubernur Sulawesi Tenggara (Sultra), Andi Sumangerukka menegaskan komitmen penuh Pemprov Sultra untuk menjadikan sistem meritokrasi sebagai landasan utama dalam pengelolaan kepegawaian dan pengisian jabatan aparatur sipil negara (ASN).

Kebijakan ini diharapkan memperkuat profesionalisme birokrasi dan memastikan setiap ASN berprestasi mendapatkan penghargaan yang adil.

Penegasan tersebut disampaikan saat Gubernur memimpin apel gabungan ASN perdana tahun 2026 di halaman Kantor Gubernur, Senin (19/1/2026).

Acara yang juga menjadi momentum evaluasi kinerja tahun 2025 ini mengangkat tiga fokus utama yakni efisiensi pengelolaan anggaran, penghargaan bagi ASN berprestasi, dan penerapan meritokrasi yang ketat.

“Ini momen untuk mengevaluasi capaian tahun lalu – yang baik kita jaga, yang kurang kita tingkatkan. Salah satu kunci kemajuan daerah adalah birokrasi yang profesional, dan itu dimulai dari manajemen kepegawaian yang berbasis prestasi,” ujar Gubernur Andi Sumangerukka.

Baca Juga:  Kejagung Didesak Ambil Alih Kasus Dugaan Kejahatan Pertambangan PT Tristaco Mineral Makmur

Menurutnya, sistem meritokrasi memberikan kesempatan yang sama bagi seluruh ASN untuk berkembang, dengan penilaian objektif melalui pemetaan kemampuan dan kemauan setiap pegawai yang dikenal dengan konsep “kotak 7, 8, dan 9”.

“Kita klasifikasikan ASN berdasarkan dua indikator utama: ada yang punya kemampuan tapi kurang kemauan, atau sebaliknya. Namun yang menjadi prioritas adalah mereka yang berada di ‘kotak 9’ – memiliki kemampuan dan kemauan yang sejalan,” jelas Gubernur asal Sinjai ini.

Baca Juga:  Tim Penilai Kemenparekraf Lakukan Visitasi Penilaian WIA di Desa Namu

ASN yang masuk kategori “kotak 9” akan menjadi pilihan utama untuk ditempatkan pada jabatan-jabatan strategis di lingkungan Pemprov Sultra.

Menurut mantan Pangdam Hasanuddin, kelompok ini diharapkan menjadi motor penggerak kemajuan daerah dengan kerja yang efektif dan berorientasi pada hasil.

“Dimana pun mereka ditempatkan, mereka akan menjadi pilihan utama karena kesiapan mereka yang seimbang,” katanya.

“Lewat meritokrasi yang konsisten, kita ingin tumbuhkan budaya kerja yang kompetitif, berintegritas, dan berkeadilan di kalangan ASN Sultra,” sambung tegasnya.

 

**

error: Konten ini tidak dapat dicopy!!