FSBI 2025 Digelar, Kemenag Sultra Dorong Moderasi Beragama Lewat Seni dan Budaya

Kakanwil Kemenag Sultra, Muhamad Saleh saat menyampaikan sambutan dalam pembukaan kegiatan Festival Seni Budaya Islam (FSBI) 2025, Senin (21/7/2025)/Ist

KENDARI – Kantor Wilayah Kementerian Agama (Kanwil Kemenag) Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra) menggelar Festival Seni Budaya Islam (FSBI) 2025 sebagai upaya memperkuat nilai-nilai keislaman melalui pendekatan budaya dan seni.

Kegiatan ini dibuka secara resmi oleh Kakanwil Kemenag Sultra, Muhamad Saleh dalam sebuah seremoni yang berlangsung di aula utama kantor tersebut, Senin (21/7/2025).

Pembukaan kegiatan diikuti oleh jajaran pejabat Kanwil, kepala Kemenag kabupaten/kota, kepala KUA, kepala madrasah, penyuluh agama, hingga dewan juri dan panitia penyelenggara baik secara daring maupun luring.

Baca Juga:  Semarak Bulan Bahasa, Sekda Sultra: Jaga Bahasa Indonesia sebagai Simbol Kedaulatan Bangsa

Dalam sambutannya, Muhamad Saleh menyampaikan bahwa FSBI bukan hanya menjadi media pelestarian budaya Islam, tetapi juga wahana untuk mempererat kerukunan umat dan memperkuat karakter moderasi beragama.

“Melalui kegiatan ini, kita ingin menunjukkan bahwa seni dan budaya memiliki peran penting dalam menyampaikan pesan-pesan keagamaan yang toleran dan damai,” ujar Kakanwil.

Saleh menegaskan Islam sangat menghargai ekspresi budaya selama tetap dalam koridor nilai-nilai agama.

Dia berharap kegiatan seperti FSBI dapat menjadi contoh bagaimana ajaran Islam yang rahmatan lil alamin dapat diaktualisasikan secara kreatif.

Baca Juga:  POPDA Sultra 2025, Ajang Gali Potensi dan Tempa Prestasi Atlet Muda

“Festival ini juga menjadi ruang bagi generasi muda untuk mengenal sekaligus mencintai budaya Islam dengan pendekatan yang menyenangkan dan menyatukan,” tambahnya.

Dirinya pun menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah mendukung terlaksananya kegiatan ini, serta mengajak peserta untuk menjadikan kompetisi sebagai wadah berkarya sekaligus memperkuat semangat kebersamaan.

“Selamat berkompetisi dan berinovasi. Tunjukkan bahwa seni Islami adalah jembatan menuju persatuan dan kemajuan,” tutupnya.

**

error: Konten ini tidak dapat dicopy!!