KMP Pulau Rubiah Siap Beroperasi Kembali Setelah Docking

KMP Pulau Rubiah merupakan armada yang akan melayani penyeberangan feri rute Torobulu (Konawe Selatan)-Tondasi (Muna Barat) dengan jadwal pelayaran satu kali pulang-pergi setiap hari/Ist

BAUBAU – General Manager PT ASDP Indonesia Ferry Cabang Baubau, Jamaluddin memastikan proses perawatan tahunan alias docking yang dijalani KMP Pulau Rubiah hampir rampung.

Armada penyeberangan satu-satunya yang melayani di rute feri rute Tondasi (Muna Barat)-Torobulu (Konawe Selatan) itu dijadwalkan undocking pada Sabtu (10/5/2025) mendatang dan kini dalam tahap floating.

“Sabtu ini sudah undocking, saat ini sementara floating. Semoga pekan ini sudah bisa kembali ke lintasan,” kata Jamaluddin, Selasa (6/5/2025).

Baca Juga:  Pengurus JMSI Sultra Dilantik, Teguh Santosa Dorong Peningkatan Kualitas Jurnalistik

Meski secara teknis kapal segera siap beroperasi, Jamaluddin menegaskan bahwa pengaktifan kembali layanan tidak bisa langsung dilakukan karena masih terikat masa kontrak subsidi dengan Pemerintah Kabupaten Muna Barat.

“Kontrak subsidi itu dengan Muna Barat kita proyeksikan 20 hari docking. Jadi meskipun kapal sudah tiba di lintasan sebelum 20 hari, belum bisa juga beroperasi karena terikat masalah kontrak subsidi,” jelasnya.

Kontrak tersebut dihitung sejak kapal mulai docking pada 22 April 2025.

Baca Juga:  Anggaran OPD 2026 Harus Top Down, Tanpa Persetujuan Dianggap Pelanggaran

Dengan demikian, KMP Pulau Rubiah secara administratif baru bisa kembali melayani penyeberangan setelah kontrak berakhir atau sesuai ketentuan yang berlaku.

“Tapi memang sekarang kapal masih dalam proses docking. Minggu-minggu ini Insha Allah kembali ke lintasan,” tambah Jamaluddin.

Ketiadaan KMP Pulau Rubiah sejak 22 April telah berdampak pada akses transportasi laut warga Muna Barat yang mengandalkan jalur ini untuk mobilitas harian. Pihak ASDP meminta masyarakat bersabar sembari menunggu proses rampung sepenuhnya.

**

error: Konten ini tidak dapat dicopy!!