Karnaval Budaya, Forkopimda dan Tokoh Adat Deklarasi Cinta Damai di Konawe

KONAWE – Kokohkan silaturahmi antar suku, ras, tradisi dan budaya, Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) dan tokoh dan masyarakat adat Kabupaten Konawe menggelar karnaval budaya.

Sekretaris Daerah Konawe, Ferdinand Sapan mengatakan keberagaman budaya di Kabupaten Konawe perlu terus dilestarikan sebagai wujud partisipasi kebersamaan masyarakat Konawe yang aman dan sejahtera menuju Sultra Gemilang 2024.

“Guna membangun kebudayaan masyarakat Konawe yang bermatabat melalui bidang seni dan budaya agar pekan kebudayaan Konawe, dapat mampu memotivasi “inae konasara iyeto penisara, inae lia sara iyeto pinekasara”,” kata Ferdinand dalam sambutannya, Kamis (30/12/2021).

Baca Juga:  Melihat Aktivitas Satgas Ekoteologi yang Rutin Bersih-bersih Venue STQH 

Lanjut Ferdinand, semua harus menyadari pentingnya makna kebudayaan dalam rangka memperkukuh jati diri bangsa agar tidak terkikis oleh derasnya arus globalisasi dan modernisasi.

“Harusnya budayawan pemerhati dan organisasi-organisasi  kemasyarakatan budaya untuk terus mengembangkan budaya dan kreasi,” tambahnya.

Baca Juga:  Pemprov Tuntaskan Pembangunan 489 Koperasi Merah Putih di Sultra

Karnaval budaya yang diikuti dengan antusias dengan melibatkan Forkopimda dan tokoh masyarakat di 27 kecamatan di Kabupaten Konawe ini ditutup dengan penandatanganan kesepahaman Deklarasi Cinta Damai.

Deklarasi Cinta Damai ini sebagai komitmen bersama dalam menjaga harmonisasi suku adat dan budaya serta kedamaian di wilayah Kabupaten Konawe.

error: Konten ini tidak dapat dicopy!!