Diduga Terjatuh dari Kapal, Seorang ABK Asal Kendari Hilang di Perairan Menui

Tim Rescue SAR Kendari melakukan pencarian dan pertolongan terhadap seorang nelayan Harianto (43) yang dilaporkan terjatuh dari Kapal di perairan Menui/Ist.

KENDARI – Seorang anak buah kapal (ABK) KM Riska Hidayah 03 dilaporkan hilang di perairan Menui, Kabupaten Morowali, Sulawesi Tengah (Sulteng), Jumat (26/5/2023).

ABK tersebut bernama Harianto (43) warga Kota Kendari, Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra) diduga terjatuh dari kapal di sekitar perairan tersebut saat melakukan penangkapan ikan.

Pencarian terhadap korban pun hingga kini masih terus dilakukan upaya pencarian oleh tim SAR gabungan.

Humas Basarnas Kendari, Wahyudi mengatakan korban dinyatakan hilang setelah KM Riska Hidayah 03 tiba bersandar di pelabuhan Kota Kendari pada Jumat (26/5/2023).

Baca Juga:  Kakanwil Kemenag Sultra Apresiasi Suksesnya Penyelenggaraan STQH Nasional di Kendari

Saat itu anak buah kapal lainnya mencari korban di dalam kapal, tetapi korban tidak ditemukan.

Kata Yudi, menurut informasi dari salah satu ABK KM Riska Hidayah 03, korban saat itu terakhir terlihat pada Kamis (24/5/2023) sekitar pukul 13.00 WITA.

“Kapal penangkapan ikan tiba di Kendari setelah melakukan pelayaran dari mencari ikan disekitar perairan Pulau Menui dan baru menyadari bahwa satu orang ABK tidak berada di atas kapal,” ujar Yudi, Sabtu (27/5/2023).

Baca Juga:  KPID dan Polda Sultra Beri Peringatan Pengusaha TV Kabel yang Siarkan Program Tanpa Izin

Mendengar laporan itu, kemudian pihak Basarnas Kendari melakukan pencarian terhadap korban.

“Berdasarkan laporan tersebut di atas, pada pukul 06.15 WITA, tim Rescue KPP Kendari diberangkatkan menuju perkiraan ke lokasi dengan menggunakan RIB untuk memberikan bantuan SAR. Jarak tempuh perkiraan LKP dengan Dermaga Basarnas Kendari sekitar 84 NM,” katanya.

Yudi menambahkan, hingga hari ini tim SAR gabungan belum menemukan korban. Basarnas Kendari akan segera menginformasikan jika korban telah ditemukan.

“Kami akan memberikan informasi jika korban sudah ditemukan,” pungkasnya.

**

error: Konten ini tidak dapat dicopy!!