KONAWE SELATAN – Pedagang ayam potong berinisial HR (35) tewas usai disabet celurit oleh rekan bisnisnya berinisial CH (58) di Konawe Selatan (Konsel), Sulawesi Tenggara (Sultra).
Peristiwa berdarah itu dipicu sengketa utang pembayaran ayam potong yang telah berlarut-larut.
“Korban meninggal dunia akibat sabetan senjata tajam jenis celurit pada bagian leher,” kata Kasatreskrim Polres Konawe Selatan AKP Laode M Jefri Hamzah daam keterangannya, Jumat (5/2/2026) lalu.
Penganiayaan maut tersebut terjadi di teras rumah Kepala Desa Wundumbolo, Kecamatan Tinanggea, Kamis (5/2/2026) sekitar pukul 23.55 WITA.
Saat kejadian, korban dan pelaku baru saja menyelesaikan proses mediasi yang difasilitasi pemerintah desa.
“Kejadian berlangsung di teras rumah kepala desa setelah mediasi dinyatakan tidak menemukan solusi,” ujarnya.
Konflik bermula dari transaksi penjualan ayam potong sejak November 2025 yang belum tuntas pembayarannya. Korban mengklaim pelaku memiliki utang berdasarkan tiga nota senilai sekitar Rp 200 juta, namun pelaku menolak jumlah tersebut.
“Pelaku tidak mengakui nilai nota yang ditunjukkan korban karena merasa ada selisih pengambilan,” jelasnya.
Dalam mediasi sebelumnya, pelaku sempat menyatakan kesediaan membayar sebagian utang sebesar Rp42 juta dan dibuatkan surat pernyataan bersama.
Namun kesepakatan itu kembali dipersoalkan hingga berujung pada pertemuan lanjutan pada malam kejadian.
“Mediasi berjalan tenang dan ditutup dengan rencana penyelesaian secara kekeluargaan,” kata Jefri.
Setelah keluar dari ruang tamu, korban duduk di teras rumah kepala desa sambil minum kopi. Pelaku lalu menghampiri korban dari arah belakang dan mengayunkan celurit ke bagian leher korban sebanyak satu kali.
“Pelaku menyerang korban dari belakang hingga korban terjatuh dengan luka parah,” ungkapnya.
Korban sempat dilarikan ke Puskesmas Tinanggea untuk mendapatkan pertolongan medis. Namun dokter menyatakan korban telah meninggal dunia sebelum tiba di fasilitas kesehatan.
“Korban dinyatakan meninggal dunia akibat luka fatal di leher,” bebernya.
Sementara itu, pelaku diamankan tidak lama setelah kejadian bersama barang bukti satu bilah celurit. Saat ini pelaku telah ditahan dan menjalani pemeriksaan intensif di Polres Konawe Selatan.
“Pelaku sudah diamankan dan proses hukum sedang berjalan,” pungkasnya.
**






