KENDARI – Sekertaris Daerah (Sekda) Kota Kendari, Ridwansyah Taridala menjalani sidang perdananya di Pengadilan Negeri (PN) Tipikor Kendari pada Jumat (28/7/2023).

Hal disampaikan oleh Humas PN Kendari, Ahmad Yani bahwa persidangan Ridwansyah Taridala itu merupakan tahapan setelah Jaksa penyidik Kejaksaan Tinggi (Kejati) Sulawesi Tenggara (Sultra), menyerahkan berkas pemeriksaan tersangka kasus dugaan suap dan gratifikasi perizinan PT Alfamidi ke Jaksa Penuntut Umum (JPU) pada beberapa waktu lalu.

“Proses persidangan perdana di Pengadilan Negeri Tipikor Kendari berjalan dengan lancar. Itu dijadwalkan pada Jumat (28/7/2023) pukul 14.40 WITA dan selesai sekitar pukul 16.00 WITA,” ujar Yani kepada HaloSultra.com.

Baca Juga:  Kasus Korupsi Keramba Beton di Saponda Naik Penyidikan

Lebih lanjut dijelaskannya, bahwa sidang perdana Ridwansyah Taridala merupakan sidang dakwaan. Dalam sidang dakwaan itu Ridwansyah Taridala didampingi 9 orang kuasa hukumnya.

“Kuasa hukumnya yang hadir tadi berjumlah 9 orang berjalan dengan baik acaranya adalah dakwaan. Dari penasehat hukum tinggal ekseksi,” lanjutnya.

Diketahui, sebelumnya Kejati Sultra menetapkan Sekda Kota Kendari Ridwansyah Taridala ditetapkan sebagai tersangka dugaan suap perizinan usaha Alfamart/Alfamidi bersama seorang pria inisial SM sebagai Tenaga Ahli Tim Wali Kota Percepatan Pembangunan Kota Kendari Bidang Perencanaan, Pengelolaan Keunggulan Daerah dengan SK Wali Kota Kendari tahun 2017-2022.

Baca Juga:  Diperiksa Soal Dugaan Korupsi Kantor Penghubung, Sekda Sultra Dicecar 45 Pertanyaan

Ridwansyah Taridala bersama SM pada tahun 2021 telah membuat rencana anggaran belanja (RAB) fiktif dalam kegiatan kampung warna-warni yang dibiayai APBD Perubahan Kota Kendari tahun 2021.

RAB kegiatan yang di-markup lebih dari 100 persen tersebut kemudian digunakan untuk meminta dana CSR ke sejumlah pelaku usaha yang akan berinvestasi di Kota Kendari, antara lain perusahaan ritel Alfamart/Alfamidi. Selain itu, tersangka juga menerima sejumlah uang dalam kaitannya dengan perizinan tersebut.

***/erk