BUTON – Seorang Babinsa berinisial A di Buton, Sulawesi Tenggara (Sultra) di keroyok sekelompok pemuda ketika hendak menyetop acara joget.
“Korban saat itu menyampaikan melalui mic bahwa acara joget akan segera ditutup, namun justru berujung pada pengeroyokan,” kata Kasatreskrim Polres Buton, AKP Sunarton Hafala dalam keterangannya, Kamis (2/4/2026).
Sunarton mengungkapkan usai memberikan pengumuman, korban kemudian menuju motornya untuk pulang. Namun tiba-tiba didatangi sejumlah pemuda hingga terjadi cekcok.
“Saat korban menuju motornya terjadi cekcok,” ungkapnya.
Tak lama kemudian, korban langsung diserang dan dipukul secara bergantian hingga terjatuh. Korban bahkan sempat diinjak saat dalam posisi terbaring.
“Tiba-tiba korban langsung dipukul di rahangnya, kemudian secara bergantian dari arah belakang dan korban terjatuh,” bebernya.
“Selanjutnya pada saat posisi terbaring pelapor merasakan pukulan bertubi tubi dan diinjak pada bagian belakang badan,” sambungnya.
Atas kejadian tersebut korban melaporkan kejadian tersebut ke Polsek Kapontori untuk di proses lebih lanjut. Polisi yang melakukan penyelidikan kemudian mengamankan dua terduga pelaku berinisial MAF (18) dan FS (20).
“Dari hasil pemeriksaan, kedua pelaku mengakui ikut melakukan penganiayaan terhadap korban,” imbuhnya.
Sebelumnya, seorang prajurit TNI Angkatan Darat (AD) di Kabupaupaten Buton dikeroyok sekelompok pemuda saat pulang dari pesta. Korban yang tidak terima lantas melaporkan penganiayaan tersebut ke Polsek setempat.
“Korban datang membuat laporan telah dikeroyok di acara pesta masyarakat,” ujar AKP Sunarton Hafala dalam keterangannya, Rabu (1/4/2026).
Sunarton mengatakan korban yang merupakan Babinsa awalnya menghadiri acara hiburan masyarakat. Dia lalu diduga diadang dan dikeroyok pemuda di Jalan Poros Desa Wakalambe, Kecamatan Kapontori, Buton, pada Senin (30/3/2026) sekitar pukul 01.10 WITA.
**/detik






