KOLAKA UTARA – Dua rumah warga di Desa Tolala, Kecamatan Tolala, Kabupaten Kolaka Utara (Kolut), Sulawesi Tenggara (Sultra) pada Minggu (29/3/2026) sore hangus terbakar. Kerugian ditaksir mencapai Rp1 miliar.
Peristiwa itu terjadi sekitar pukul 15.00 WITA. Api diduga pertama kali muncul dari rumah milik Suarni yang saat kejadian dalam kondisi kosong. Rumah tersebut diketahui sudah lama tidak dihuni sejak pemiliknya meninggal dunia.
Kobaran api dengan cepat membesar. Material bangunan yang didominasi kayu serta banyaknya barang mudah terbakar di dalam rumah mempercepat penyebaran api.
Pjs Kepala Subseksi Pengolahan Informasi dan Hubungan Masyarakat Polres Kolut, Aipda Ahmad Saiful mengungkapkan, penyebab awal kebakaran diduga akibat korsleting listrik.
“Api dengan cepat membesar lalu merembet ke rumah di sebelahnya yang dihuni keluarga Amiruddin,” ujar Aipda Ahmad Saiful dalam keterangannya.
Saat kejadian, istri Amiruddin yang berada di dalam rumah melihat api mulai berkobar dari rumah orang tuanya. Ia segera meminta bantuan warga sekitar. Upaya pemadaman awal dilakukan secara swadaya sebelum petugas tiba.
Personel Polsek Tolala yang dipimpin Kapolsek Iptu Andi Jusman langsung bergerak ke lokasi setelah menerima laporan. Mereka berkoordinasi dengan petugas pemadam kebakaran untuk menangani kebakaran tersebut.
Satu unit mobil pemadam kebakaran dari Kecamatan Batu Putih tiba di lokasi sekitar pukul 15.50 Wita. Proses pemadaman berlangsung cukup lama karena besarnya kobaran api dan keterbatasan air.
Petugas harus melakukan pengisian air hingga empat kali sebelum akhirnya api berhasil dipadamkan sekitar pukul 17.00 WITA.
Akibat kejadian ini, satu unit rumah kayu milik Suarni ludes terbakar. Sementara rumah permanen milik Amiruddin mengalami kerusakan cukup parah.
Kerugian yang ditimbulkan tidak hanya dari bangunan, tetapi juga harta benda di dalamnya. Dua sepeda motor, emas seberat 50 gram, serta berbagai perabot rumah tangga dan barang elektronik ikut hangus terbakar.
“Total kerugian materiel diperkirakan mencapai Rp1 miliar,” tambahnya.
**






