Pemkot Kendari Minta SPPG Beli Bahan Baku MBG dari Masyarakat Lokal

KENDARI – Pemerintah Kota (Pemkot) Kendari, Sulawesi Tenggara (Sultra), menginstruksikan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) untuk memprioritaskan pembelian bahan baku program Makan Bergizi Gratis (MBG) dari komoditas yang dihasilkan oleh masyarakat lokal.

Wali Kota Kendari Siska Karina Imran mengatakan, bahwa langkah ini merupakan implementasi dari instruksi Presiden Prabowo Subianto agar program nasional tersebut mampu memberikan efek domino bagi penguatan ekonomi kerakyatan di daerah.

“Kami mewajibkan SPPG membeli bahan baku makanan dari masyarakat sekitar. Tidak hanya komoditasnya, tenaga kerja yang direkrut pun harus memberdayakan warga lokal,” kata Siska di Kendari, Rabu (4/2/2026).

Menurut Siska, potensi bahan baku dari sektor Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) serta hasil tani di Kota Kendari sangat melimpah, mulai dari pasokan beras hingga komoditas perkebunan.

Baca Juga:  Heboh Insiden Wisudawati STIE Enam Enam Kendari Dituding Pelakor, Kampus Beri Respons

Guna memastikan ketersediaan suplai, para lurah, camat, hingga ketua RT telah diminta aktif mendata potensi pangan di wilayah masing-masing.

Selain penyerapan produk, Pemkot Kendari melalui Dinas Tenaga Kerja akan memfasilitasi pelatihan bagi warga agar memiliki keterampilan yang dibutuhkan di dapur SPPG, baik sebagai penjamah makanan maupun tenaga distribusi atau sopir.

“Langkah ini merupakan strategi kami untuk menekan angka pengangguran. Semua pegawai yang ada di dapur SPPG harus berasal dari lingkungan sekitar lokasi tersebut,” ujarnya.

Siska juga menjelaskan bahwa sepanjang tahun 2025, cakupan penerima manfaat program MBG di Kota Lulo telah menunjukkan angka yang signifikan.

Baca Juga:  Gandeng BMKG, Pemkot Kendari Edukasi Nelayan Lewat Sekolah Lapang Cuaca 2025

Data pemerintah kota mencatat persentase penerima di tingkat sekolah telah menyentuh 85,12 persen.

Secara rinci, penerima manfaat terdiri atas 8.037 siswa taman kanak-kanak, 36.494 murid sekolah dasar (SD/MI), serta 59.328 pelajar tingkat SMP/MTs.

“Sementara itu, untuk kategori kelompok rentan lainnya seperti ibu hamil, ibu menyusui, dan balita non-PAUD, cakupannya telah mencapai 1.165 orang atau sekitar 26 persen dari total target,” jelas Siska.

Melalui integrasi antara pemenuhan gizi nasional dan pemberdayaan ekonomi lokal, Pemkot Kendari optimistis program MBG akan menjadi katalisator kesejahteraan bagi petani, pelaku UMKM, dan pencari kerja di Kota Kendari.

 

**

error: Konten ini tidak dapat dicopy!!