Monev BKKBN: 20.039 Ibu dan Balita Penerima Manfaat MBG

Foto: PCO

KENDARI – Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga (Kemendukbangga)/BKKBN Perwakilan Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra) melakukan monitoring dan evaluasi (monev) pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) bagi ibu hamil, ibu menyusui, dan balita (3B) di Sultra sepanjang bulan Januari 2026.

Hasil monev menyatakan bahwa Program MBG bagi sasaran 3B telah menjangkau 20.039 penerima manfaat.

Monev dilaksanakan di sejumlah kabupaten dan kota dengan melibatkan KPPG Sultra, Korwil Badan Gizi Nasional(BGN) Sultra,  lintas pemerintah daerah, Organisasi Perangkat Daerah (OPD) KB, Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG), Penyuluh KB, serta unsur IMP/Kader KB dan Tim Pendamping Keluarga (TPK).

Program MBG 3B tercatat menjangkau 2.322 ibu hamil, 3.694 ibu menyusui, dan 14.023 balita melalui 71 titik distribusi yang tersebar di wilayah Sulawesi Tenggara.

Kepala Perwakilan BKKBN Sultra, Asmar menyatakan, bahwa Program MBG 3B merupakan salah satu intervensi strategis pemerintah dalam mendukung peningkatan status gizi ibu dan anak sekaligus mempercepat penurunan angka stunting.

Baca Juga:  Pemprov Alokasikan Rp72 Miliar untuk Revitalisasi 147 Satuan Pendidikan di Sultra

“Melalui monitoring dan evaluasi ini, kami memastikan bantuan makanan bergizi benar-benar diterima oleh sasaran yang tepat serta memberikan dampak nyata bagi pencegahan stunting di Sulawesi Tenggara,” kata Asmar di Kendari, Selasa (3/2/2026).

Hasil monev menunjukkan kualitas makanan yang disalurkan telah memenuhi standar gizi.

Menu makanan Program MBG disusun dengan komposisi gizi seimbang, mencakup protein hewani, karbohidrat, lemak sehat, sayur, dan buah, serta disesuaikan dengan kebutuhan gizi masing-masing kelompok sasaran.

Tim monitoring menemukan kendala dalam pelaksanaan program, terutama keterlambatan distribusi di wilayah kepulauan dan perbatasan.

Kendala tersebut disebabkan oleh kondisi geografis, keterbatasan akses transportasi, kesiapan SPPG, dan faktor teknis lainnya.

Selain itu, BKKBN Sultra menekankan pentingnya pemutakhiran data Keluarga Berisiko Stunting (KRS) sebagai basis penyaluran MBG 3B. Verifikasi dan validasi data secara berkala dinilai krusial agar bantuan benar-benar tepat sasaran.

Baca Juga:  Pemprov Tuntaskan Pembangunan 489 Koperasi Merah Putih di Sultra

Tim monev juga merekomendasikan peningkatan variasi menu bagi balita serta penguatan edukasi gizi bagi ibu hamil dan ibu menyusui.

Di sisi lain, BKKBN Sultra menekankan pentingnya pemutakhiran data Keluarga Berisiko Stunting (KRS) sebagai basis penyaluran MBG 3B.

Asmar menegaskan bahwa hasil monitoring dan evaluasi tersebut akan menjadi dasar perbaikan berkelanjutan pelaksanaan Program MBG ke depan.

“Kami berkomitmen melakukan penyempurnaan dari sisi distribusi, kualitas layanan, edukasi gizi, serta penguatan peran IMP/Kader KB dan Tim Pendamping Keluarga. Setiap permasalahan agar dilaporkan secara berjenjang, bukan melalui media sosial. Sinergi semua pihak menjadi kunci keberhasilan program ini,” ujarnya.

Tim monev juga merekomendasikan peningkatan variasi menu bagi balita dan penguatan edukasi gizi bagi ibu hamil dan menyusui.

Program MBG 3B diharapkan terus berkontribusi dalam meningkatkan kesehatan ibu dan anak serta mempercepat penurunan angka stunting di Provinsi Sulawesi Tenggara.

 

**

error: Konten ini tidak dapat dicopy!!